Angka Penderita Kanker Serviks di Sragen Meningkat

Angka Penderita Kanker Serviks di Sragen Meningkat

186
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN – Angka penderita kanker serviks di Bumi Sukowati dinilai semakin mengkhawatirkan. Hasil pemeriksaan di 5 Puskesmas di Sragen, dari setiap 100 wanita yang diperiksa, rata-rata ditemukan 8 penderita kanker serviks.

Data itu terungkap dari seminar Mengenali Gejala Kanker Serviks dan Pencegahannya yang digelar Puskesmas di Sragen, Rabu (2/9/2015). Kepala Puskesmas Plupuh 1, dr Any Susilowati mengatakan dari pemeriksaan rutin yang dilakukan di Puskesmas tersebut, menunjukkan angka penderita kanker serviks di Sragen memang tergolong cukup tinggi.

Guna menekan penderita kanker serviks, Sragen telah menyiagakan 5 puskesmas untuk melakukan pemeriksaan dini kesehatan reproduksi. Diantaranya yakni Puskesmas Plupuh 1, Puskesmas Sragen Kota, Puskesmas Kedawung I serta Puskesmas Ngrampal yang semuanya ada seorang dokter dan 4-5 bidan yang memeriksa kesehatan reproduksi terutama kanker serviks.

Baca Juga :  LPPD-LPJ Beres, Siswanto Isyaratkan Maju Pilkades Jetak

Salah satu pakar, dr Merly Zilawanti menyampaikan kanker serviks karena merupakan pembunuh pertama di Indonesia. Dari data, setiap satu jam, satu perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks.

Adapun penyebab kanker serviks menurutnya adalah virus Human Papillomavirus. Selain disebabkan karena faktor genetik turunan, munculnya kanker serviks juga disebabkan oleh pola hidup tidak sehat hingga kebersihan area reproduksi.  Menjaga pola hidup sehat, tidak gonta-ganti pasangan dan menghindari merokok adalah hal-hal yang bisa menghindarkannya.

Baca Juga :  Siswinya Diketahui Mabuk Berat, Pesta Miras 1 Siswi SMA Dengan 4 Pria di Waduk Ketro Tanon Diduga Dibumbui Pesta Syahwat

Tanda dan gejalanya sakit saat berhubungan badan bahkan sering diikuti pflek adanya pendarahan, mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan, sering merasakan sakit pada daerah pinggul, mengalami sakit saat buang air kecil serta saat menstruasi darah yang keluar berlebih.

“Pencegahannya, pola hidup yang sehat dan jangan berganti-ganti pasangan. Merokok juga salah satu stimulus,” pungkasnya.

Wardoyo

BAGIKAN