JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Anung dan Rudy Beda Pendapat soal Rebut Kembali Sriwedari

Anung dan Rudy Beda Pendapat soal Rebut Kembali Sriwedari

79
BAGIKAN
FX Hadi Rudyatmo dan Anung Indro Susanto dalam sarasehan di Sriwedari, Kamis (10/9/2015) | Ari Kristyono
FX Hadi Rudyatmo dan Anung Indro Susanto dalam sarasehan di Sriwedari, Kamis (10/9/2015) | Ari Kristyono

SOLO – Dua kandidat Walikota Solo setuju, Taman sriwedari seharusnya tetap menjadi milik publik dan berfungsi sebagai taman yang memberikan sejumlah fungsi rekreasi dan edukasi. Namun, ada perbedaan antara Fx Hadi Rudyatmo dan Anung Indro Susanto.

Dalam sarasehan terbuka di warung lesehan di samping Museum, Kamis (10/9/2015) Rudy hadir lebih dulu, sehingga langsung mendapat kesempatan bicara.

Menurut Rudy, sejak dilantik menjadi Walikota pada Februari 2012, dirinya telah membuat sejumlah perlawanan untuk mencegah Sriwedari lepas dari pengelolaan Pemerintah Kota, dan jatuh ke tangan ahli waris RM Wiryodiningrat.

Di antaranya dengan pengajuan status cagar budaya pada bagian Sriwedari yang tidak masuk sengketa, dan ketika pengadilan memenangkan ahli waris Wiryodiningrat, Rudy getol mencari dan berhasil menemukan bukti baru.

Dari bukti baru itu, kini Pemerintah Kota Solo bisa melayangkan upaya Peninjauan Kembali.

“Nanti kalau tanggal 29 ada pemanggilan, saya akan ikut hadir sebagai warga Solo yang mengerti sejarah dan persoalan Sriwedari. Sriwedari harus tetap menjadi milik pemerintah dan masyarakat Solo,” tandas Rudy.

Sementara itu, Anung mengakui tidak terlalu yakin bisa melawan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum.

“Walikota, misalnya, apa bisa melawan perintah pengadilan? Saya lebih condong semua pihak dipertemukan untuk mencari solusi terbaik. Kalau perlu, ya nanti Pemerintah membeli Sriwedari dari tangan ahli waris,” ujarnya.

Ari Kristyono