Apes Setelah Kencan dengan Waria, Totok Buat Cerita Palsu untuk Kelabui Istri

Apes Setelah Kencan dengan Waria, Totok Buat Cerita Palsu untuk Kelabui Istri

886

KENCAN PERTAMAKLATEN – Demi menutupi perbuatannya berkencan dengan seorang waria, Totok Purnomo, (30) warga Dukuh Balong,Desa Trunuh,Kecamatan Klaten Selatan. Nekat membuat laporan palsu penodongan kepada pihak kepolisian. Akibatnya alih-alih sebagai korban, Totok justru menjadi tersangka setelah perbuatannya ketahuan polisi.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Farial Ginting mengatakan, pada 23 Agustus lalu Totok membuat laporan terkait peristiwa penodongan yang ia alami.

“Totok ini mengaku ditodong di Jalan Soegiyo Pranoto, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara. Di tempat tersebut, menurut pengakuan Totok, ia dipepet oleh dua orang berboncengan sepeda motor Yamaha RX King.

Ia lantas dihentikan dan ditodong menggunakan pisau lipat. Dengan paksa, penjambret yang merupakan tokoh imajinatif tersangka mengambil ponsel, kaos, helm, serta dompet berisi uang Rp300 ribu,”ceritanya, Selasa (8/9/2015).

Farial melanjutkan, mendapati laporan penodongan itu, petugas lantas melakukan penyelidikan. Namun, dari hasil penyelidikan petugas menemukan sejumlah kejanggalan, setelah dilakukan pemeriksan intensif.

“Ternyata laporan itu palsu. Tidak ada penodongan, tidak ada pengendara sepeda motor yang memepet dan merampas barang. Itu semua karangan saja untuk menutupi kejadian sebenarnya,”tutur Kasatreskrim Polres Klaten.

Terpisah, Totok mengaku nekat membikin laporan palsu agar perbuatannya berkencan dengan waria di Jalan Diponegoro atau Bypass Klaten tak diketahui oleh istri dan teman-temannya.

Awal mula kejadian tersebut menurut Totok, seuasai berkencan dengan waria, ia mendapati jaket, baju, serta celana yang ditempatkan di sepeda motor raib. Ia tak mengetahui siapa yang mengambil pakaiannya tersebut. Dari situlah, Totok melakukan pelaporan palsu ke polisi.

“Saya akui bahwa laporan itu bohong. Saya juga tidak menjadi korban penodongan. Saya bikin laporan palsu supaya keluarga tidak tahu saya kencan dengan waria,”ungkapnya.

Totok berkilah laporan palsu yang ia bikin lantaran kebingungan tak punya alasan ketika pulang dalam kondisi tak mengenakan baju serta celana.

“Saya bingung kalau keluarga tahu. Maksudnya, tahu kalau saya main sama waria,”ujarnya sambil menutup muka.

Atas perbuatannya, Totok dijerat Pasal 220 KUHP tentang Pengaduan Palsu dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan. Pihak Polres Klaten pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuat laporan palsu.

Dani Prima

BAGIKAN