JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Api di Merbabu Juga Membakar Jaringan Pipa Air Bersih Warga

Api di Merbabu Juga Membakar Jaringan Pipa Air Bersih Warga

133
BAGIKAN
Hutan di Merbabu terbakar. Foto: Joglosemar/Ario Bhawono
Hutan di Merbabu terbakar. Foto: Joglosemar/Ario Bhawono

BOYOLALI – Kebakaran kawasan hutan Gunung Merbabu hingga hari ketiga, Rabu (30/9/2015), belum berhasil dipadamkan. Bahkan kebakaran hutan juga membakar jaringan pipa air bersih warga lereng Merbabu.

Akibatnya, ribuan warga terancam kesulitan air bersih. Danramil Ampel, Kapten (Arm) Joko Priyanto mengungkapkan, kebakaran di sisi selatan Merbabu saat ini sudah hampir padam.

Namun kondisi angin yang kencang membuat api menjalar ke arah utara, yakni di atas Gua Kalong, Dukuh Candilaras, Desa Candisari, Kecamatan Ampel

“Api belum padam, saat ini yang paling besar di atas Candilaras, Candisari,” terang Danramil.

Sementara itu kebakaran hutan juga membakar jaringan pipa dari mata air Sipendok, terutama yang ada di sekitar Pos III. Menurut Suripno, penasehat dan pengawas relawan Merbabu dan Rempala menjelaskan, cukup banyak saluran pipa air bersih warga yang ada di lereng Merbabu, terutama di kawasan Pos III.

Setidaknya terdapat lima jaringan pipa utama yang mengalirkan air bersih untuk warga Desa Jeruk, Selo, Gunungan, Dayu, Kecamatan Selo; serta Desa Ngagrong dan Ngargoloka, Kecamatan Ampel.

“Yang ke arah Selo atau arah selatan, laporan tadi malam sekitar 200-an meter yang terbakar. Sementara yang ke arah utara atau ke Ngargoloka sekitar 1 km jaringan pipa yang terbakar,” ungkap dia.

Terbakarnya jaringan pipa tersebut diketahui pada Selasa (29/9/2015) malam, sekitar pukul 20.00 WIB, menyusul penyebaran api ke arah utara yang mengarah ke Candisari. Putusnya jaringan pipa tersebut otomatis membuat ribuan warga terancam krisis air bersih. Pasalnya, musim kemarau saat ini warga kebanyakan hanya mengandalkan sumber air dari lereng Merbabu.

Ario Bhawono