JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Atasi Jerawat dengan Tepat

Atasi Jerawat dengan Tepat

65
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

DARI sekian banyak kasus, jerawat memang paling banyak dialami oleh remaja, baik perempuan maupun laki-laki.

Ditemui Joglosemar di Medical Center (MC) UNS, Dosen Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret Solo, Dr Muhammad Eko Irawan, SpKK mengungkapkan, jerawat dibagi menjadi dua jenis.

Pertama, jerawat dengan radang dan tidak disertai radang. Jerawat dengan radang ini bisa diketahui dari kondisinya yang memerah, bengkak, dan mengeluarkan nanah.

“Orang-orang ada yang menyebutkan dengan istilah udun. Jadi, jerawatnya sampai memerah dan mengeluarkan nanah. Dan yang perlu diluruskan, yakni jerawat tidak hanya terdapat di wajah melainkan di bagian tubuh lain seperti punggung, dada dan leher. Sedangkan jerawat tanpa radang itu bisa berupa komedo,”  katanya.

Komedo adalah penyumbatan pada pori-pori kulit, biasanya terdapat di sekitar hidung. Penyumbatan tersebut bisa berupa penyumbatan terbuka atau tertutup. Komedo yang terbuka atau biasa disebut dengan kata blackhead, merupakan penyumbatan yang menyebabkan pori-pori terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam.

Komedo yang tertutup atau biasa disebut dengan kata whitehead merupakan kulit yang tumbuh di atas pori-pori sehingga menyebabkan sumbatan yang berbentuk sepeti tonjolan putih kecil. Penyebab komedo biasanya diakibatkan oleh sel-sel kulit mati dan sekresi minyak oleh kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit.

Kemunculan jerawat di wajah remaja, imbuh Eko, disebabkan  beberapa hal, di antaranya faktor genetik dan lingkungan.  “Kedua jenis makanan itu mampu merangsang kelenjar untuk menghasilkan minyak yang lebih banyak. Karena itu, seseorang yang suka makanan panas dan pedas memang  berisiko tinggi terkena jerawat,” kata dia.

Jerawat juga bisa timbul lantaran penggunaan kosmetik yang kurang cocok dengan jenis kulit. “Kebiasaan tidak membersihkan make up ditambah dengan tingginya aktivitas yang membuat produksi minyak berlebih,  berakibat pada penyumbatan pori-pori di kulit, sehingga minyak yang dihasilkan oleh kelenjar minyak tidak bisa keluar akhirnya menumpuk dan timbullah jerawat,” tutur dia.

Meski demikian, jerawat ini juga bisa muncul sebagai akibat dari kondisi hormonal seseorang. Misalnya perempuan yang tengah hamil, penggunaan pil KB.

Murniati