JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Atasi Kekeringan, Polres Sukoharjo Bantu Air Bersih

Atasi Kekeringan, Polres Sukoharjo Bantu Air Bersih

134
BAGIKAN
Salah satu waduk yang berada di Kecamatan Karanganyar Kota mengering | Foto: Joglosemar/Rudi Hartono
Ilustrasi.| Foto: Joglosemar/Rudi Hartono

SUKOHARJO – Dampak musim kemarau di wilayah selatan Sukoharjo memantik simpati aparat Polres Sukoharjo. Sedikitnya 10 tangki air bersih disiapkan untuk setiap desa di tiga kecamatan yang krisis air bersih. Droping air bersih dimulai di Watulumbung, Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, Jumat (4/9/2015).

Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai mengatakan, aksi bakti sosial itu dalam rangka HUT Polisi Wanita (Polwan) ke-67 dan Hari Gerak Bhayangkari Ke-63. Menurut kapolres, pihaknya menyiapkan 10 tangki untuk setiap desa yang membutuhkan air bersih.

“Kita tentunya tidak berharap droping air bersih terjadi setiap tahun. Karena itu warga harus dicarikan solusi agar bisa mendiri dan dapat memenuhi kebutuhan,” ujar AKBP Andy Rifai.

Sebab, untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga tidak cukup satu atau dua ember saja. Karena itu, Polres Sukoharjo akan mendukung upaya pihak Desa Watubonang untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih mandiri. Sebenarnya, kata kapolres, warga berharap tidak hanya droping ari bersih saja. Namun warga bagaimana mengupayakan sumber mata air.

Terlebih, berdasarkan informasi dari pihak Desa Watubonang, terdapat sumber air yang bisa dimanfaatkan. Hanya, sejauh ini belum bisa dimaksimalkan. Karena itu, perlu dicari solusi agar asumber air yang debit airnya selalu menyusut drastis ketika musim kemarau.

“Ini akan kami sampaikan ke forum Muspida agar pemerintah daerah bisa merealisasikan keinginan warga,” lanjutnya.

Kepala Desa Watubonang, Joko Sihono mengatakan, ratuasan warga di RT 1, 2, 3, 4 RW X terdampak krisis air bersih. Menurut dia, setiap musim kemarau sumur-sumur warga selalu kering. Sebebnarnya, kata dia, sudah ada sumur dalam di wilayahnya. Hanya saja masih belum mampu mencukupi kebutuhan warga di musim kemarau.

“Di sumur dalam yang dibangun lima tahun lalu dan kedalamanya kurang dari 100 meter. Harapan kami ada solusi seperti diperdalam agar debit air bisa mencukupi kebutuhan warga saat kemarau,” ungkapnya.

Sofarudin