Awas! Senjata Api Militer Itu Banyak Setannya

Awas! Senjata Api Militer Itu Banyak Setannya

109
Instruktur menembak Kodim 0735/Surakarta, Koptu Bambang | Ari Kristyono
Instruktur menembak Kodim 0735/Surakarta, Koptu Bambang | Ari Kristyono

SUKOHARJO – “Awas! Namanya senjata api itu banyak setannya. Jangan sembrono, korban sudah banyak.”

Berulang-ulang Koptu Bambang, instruktur menembak Kodim 0735/Surakarta menekankan prosedur keamanan pada sejumlah wartawan yang ikut latihan menembak di lapangan Yonif 413/Kostrad, Rabu (2/9/2015).

Bambang tak menyebutkan seperti apa setan yang bercokol di senjata api. Demikian juga tentang korban yang sudah banyak, dia tidak merincinya.

Baca Juga :  Perenang Muda Kota Solo Pilih Konsentrasi ke Jakarta

Namun, memang di kalangan anggota militer, tabu melakukan hal-hal sembrono seperti mengarahkan laras senjata ke teman, meski jelas-jelas kamar peluru kosong dan magazen (kompartemen peluru) dilepas.

Begitu sessi menembak selesai dan laras terkunci ke belakang tanda peluru habis terhambur, peserta latihan wajib tetap menjaga laras lurus ke depan, melepas magazen, mengokang sekali lagi dan menarik picu untuk memastikan tidak ada peluru tersisa.

Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap Ditarget Desember, Tapi Sekarang Baru 22%

Baca: Ingin Menularkan Disiplin, Kodim Surakarta Ajari Sipil Menembak

 

Setelah itu, pistol atau senapan harus diletakkan di tanah dan peserta mundur selangkah.

“Tidak ada pengecualian, semua yang berlatih menembak ya harus mengikuti prosedur keamanan seperti ini,” ujar Bambang.

Ari Kristyono

BAGIKAN