JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Awas, Stres Bisa Picu Ganguan Lambung

Awas, Stres Bisa Picu Ganguan Lambung

58
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

RUTINITAS yang kita lakukan sehari-hari terkadang menimbulkan kebosanan yang nantinya bisa bermuara ke stres. Kondisi seperti ini tentu tidak baik bagi kesehatan karena sejumlah penyakit bisa bermula pada tekanan pada psikis itu.

Salah satunya yakni penyakit dispepsi atau kelainan pada lambung. Penyakit ini mirip dengan maag lantaran sama-sama menyerang pada organ lambung. Dispepsi sendiri muncul ketika ada luka pada lambung sehingga mengakibatkan nyeri mulai dari yang biasa hingga parah.

Nah, bedanya dengan maag disebabkan lantaran minimnya asupan makanan/ nafsu makan berkurang sehingga menimbulkan kembung dan terkadang muncul gejala nyeri.

Dokter Umum RS Kasih Ibu Surakarta, dr Agung Prihananto mengungkapkan ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang menderita dispepsi. Di antaranya stres, capek, pola makan yang tidak teratur, dan konsumsi alkohol.

“Kenapa stres bisa memicu dispepsi? Ya karena ketika stres, lambung akan secara otomatis menghasilkan asam lambung yang lebih banyak dibandingkan dengan kondisi psikis yang stabil. Oleh karena itu, muncullah nyeri,” katanya.

Selain itu, faktor usia juga bisa menjadi pemicunya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kasus dispepsi yang menyerang orang dewasa.

“Kebanyakan dewasa. Anak-anak menang ada, tapi sangat jarang,” ungkapnya.

Awalnya, pasien dispepsi bakal merasakan nyeri di ulu hati. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya jika pasien makan. Jika sudah bertambah parah, pasien akan merasakan mual, muntah, dan ada perasaan terbakar di dada.

“Rasa terbakar ini muncul lantaran asam lambung yang naik sehingga terasa panas. Oleh karena itu, pasien diharapkan segera makan dan mengonsumsi makanan yang mampu menurunkan kadar asam lambungnya,” katanya.

Murniati