Bank Indonesia Optimistis Perekonomian Nasional Bisa Bangkit

Bank Indonesia Optimistis Perekonomian Nasional Bisa Bangkit

104
ilustrasi | antaranews.com
ilustrasi | antaranews.com

SOLO-Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat selama semester pertama tahun 2015 ini, telah mengkhawatirkan sejumlah kalangan. Bahkan, mata uang rupiah semakin melemah yang menyentuh Rp 14.700 per dolar Amerika Serikat.

Seperti yang telah diketahui, perlambatan ekonomi nasional berlanjut di triwulan II tahun 2015, yang hanya tumbuh 4,67 %. Namun, Bank Indonesia (BI) optimis pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2015 akan mencapai target.

Optimisme tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, usai acara serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Solo, Jum’at (25/9). Menurut Perry, masih terbuka peluang bagi tercapainya target pertumbuhan ekonomi pada semester II tahun 2015.

Baca Juga :  Sensasi Ayam Geprek Lelehan Mozarella

“Sebenarnya hampir semua negara di dunia mengalami pelemahan nilai tukar mata uang. Kondisi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara Brazilia ataupun negara tetangga Malaysia,” ujar Perry Warjiyo kepada wartawan usai memberikan sambutan dalam acara Sertijab Kepala KPw BI Solo.

Lebih jauh Perry meyakinkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik dengan adanya dukungan dari semua elemen masyarakat. Dirinya mengharapkan masyarakat untuk tidak melakukan “wait and see” dalam bertransaksi.

Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap Ditarget Desember, Tapi Sekarang Baru 22%

“Contohnya konsumen tidak harus menunggu untuk melakukan pembelian. Begitu juga dengan produsen atau perusahaan. Untuk menstabilkan pertumbuhan ekonomi masyarakat harusnya tidak melakukan “wait and see”,” tuturnya.

Perry menambahkan, dalam rangka menciptakan kondisi ekonomi makro yang kondusif, Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah akan melakukan beberapa langkah. Dirinya menyebutkan, langkah-langkah tersebut diantaranya memperkuat pengendalian inflasi dan mendorong sektor riil dari sisi suplai.

“Kami juga terus berupaya dalam menjaga stabilisasi rupiah serta memperkuat liquiditas,” terangnya.  Satria Utama

BAGIKAN