JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Baru Bebas Dua Bulan, Codot Kambuh Jadi Kurir Narkoba

Baru Bebas Dua Bulan, Codot Kambuh Jadi Kurir Narkoba

135
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

KLATEN – Lantaran masih nekat menjadi kurir narkoba Aditya Eko Retnanto alias Codot (24) kembali harus mendapatkan hukuman bui kembali.

Padahal warga Dukuh Sumbersari, Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan baru dua bulan lalu bebas dari lapas Klaten, terkait kasus menjadi kurir narkoba juga.

Kasat Narkoba Polres Klaten AKP Danang Eko Purwanto mengatakan, tersangka pernah mendekam lima tahun penjara di Lapas Klaten karena menjadi kurir narkoba. Dan ternyata tersangka belum kapok juga, baru dua bulan bebas tertangkap kembali ketika menjadi kurir narkoba juga.

Danang menceritakan, kronologis tertangkapnya tersangka terjadi pada Senin (3/8) lalu sekitar pukul 20.30 Wib. Petugas Sat Narkoba Polres Klaten mendapat informasi dari orang yang tidak mau disebutkan namanya dan menerangkan bahwa tersangka telah keluar dari lapas dan masih aktif bertransaksi narkotika jenis sabu.

Mendapat informasi tersebut petugas segera melaksanakan penyelidikan di sekitar rumah tinggal tersangka. Sekitar pukul 21.00 WIB petugas mendapati Codot sedang nongkrong tak jauh dari rumahnya. Kemudian petugas menghampirinya dan ketika diperiksa ternyata Hp tersangka berbunyi karena ada SMS masuk.

Petugas lalu meminta Hp dan lantas mermbuka isi SMS yang ternyata isinya adalah alamat peletakan narkotika.

“Anggota saya lalu membawa tersangka untuk mengecek SMS tersebut dan ternyata benar. Ditempat itu ditemukan sebuah potongan lakban warna hitam yang didalamnya berisi plastik klip kecil berisi narkotika dengan berat 1,1 gram,”urai Kasat Narkoba Polres Klaten saat rilis perkara di Lobi Mapolres Klaten, Rabu (2/9/2015).

Atas tindakkan sebagai kurir narkoba itu, Codot kembali dijerat dengan pasal 114 ayat 1, ancaman hukuman paling singkat empat tahun paling lama 20 tahun denda paling sedikit Rp 800 juta.

Sementara itu, tersangka Codot menuturkan dirinya nekat menjadi kurir narkoba lagi karena tergiur keuntungan yang besar.

“Untungnya besar bila kerja begini. Saya juga orangnya gampang sakit kalau kerja capek-capek,”tuturnya singkat.

Dani Prima