JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Berbekal Petunjuk Bedak dan Kosmetik, Polisi Telusuri Identitas Korban Pembunuhan di Nglorog

Berbekal Petunjuk Bedak dan Kosmetik, Polisi Telusuri Identitas Korban Pembunuhan di Nglorog

284
BAGIKAN
Ilustrasi: dok.soloblitz
Ilustrasi: dok.soloblitz

SRAGEN – Polisi masih terus melacak identitas jasad perempuan korban pembunuhan di tepi jalan persawahan Kampung Kendal, Kelurahan Nglorog, Sragen, Minggu (13/9).

Meski identitasnya masih gelap, berdasarkan temuan barang bukti yang ada, tim menduga profesi korban mengarah kuat terkait dengan dunia malam.

Kapolres Sragen, AKBP Ari Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Windoyo mengungkapkan hingga kemarin, pihaknya masih terus mengintensifkan pengusutan dan penggalian informasi di lapangan. Namun ia mengakui hingga kini belum ada petunjuk kuat yang bisa mengarahkan pada identitas wanita berusia antara 45-50 tahun tersebut.

Tim juga masih menunggu hasil otopsi jasad korban yang kemarin baru dikirim ke RS Dr Moewardi Solo. Termasuk, jika ada keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri identik atau masyarakat yang mengenali wajah korban lewat foto-foto yang sudah disebar.

Sementara itu, tim Polsek Sragen Kota kemarin kembali melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya jasad korban. Kapolsek AKP Agung Ari Purnowo menyebut, pihaknya berusaha menemukan petunjuk lain, selain menelusuri informasi yang telat didapat.

“Ada yang bilang korban warga Jawa Timur, sudah kami telusuri ternyata bukan. Ada yang mengaku mendengar suara perkelahian, tapi saksi tersebut tidak mengetahui persis kejadiannya,” ujarnya.

Perihal profesi korban yang diduga sebagai PSK, Agung belum bisa memastikan. Hasil penelusuran di kompleks Nglangon tidak ada warga maupun Ketua RT yang mengenali korban. Namun dari barang bukti tas dan didalamnya ada aksesoris bedak serta kosmetik, kemungkinan profesi korban memang mengarah kuat dengan dunia malam.

“Kalau melihat penampilannya pakai legging dan ada bedak di tasnya, tentu kerjanya bukan di sawah atau di rumah. Bisa jadi memang mengarah pada profesi dunia malam, entah pedagang atau mungkin juga profesi lainnya. Ini masih kami dalami terus,” tandasnya.

Sementara, hingga sehari setelah temuan mayat tersebut, lokasi kejadian masih dipadati oleh warga yang penasaran ingin melihat dari dekat.

Wardoyo