JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Berikut Kronologis Tewasnya Haji Suradi dan Suyut

Berikut Kronologis Tewasnya Haji Suradi dan Suyut

182
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN- Dua orang petani asal Desa Taraman dan Patihan, Kecamatan Sidoharjo ditemukan tewas saat mengairi sawah dengan pompa diesel berbahan bakar gas elpiji 3 kg, Selasa (22/9/2015).  Satu petani ditemukan tewas terjebak di dalam sumur di sawahnya, sedang satu lainnya meninggal sesaat sesampai di rumah.

Diduga kuat, keduanya tewas akibat menghirup gas karbonmonoksida hasil pembakaran diesel bercampur gas elpiji yang digunakan untuk bahan bakar. Insiden yang menggemparkan kalangan petani di Sragen itu terjadi dalam waktu bersamaan di dua lokasi berbeda.

Menurut Kades Taraman, Sunardi Sodron, musibah yang menimpa Haji Suradi bermula ketika korban berniat mengairi tanaman padi di sawahnya yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. Seperti biasa korban membawa mesin diesel yang sudah dimodifikasi dengan bahan bakar gas 3 kg.

Sudah menjadi kebiasaan petani di wilayah tersebut, jika musim kemarau, mereka membuat galian sedalam sekitar 1-2 meter untuk meletakkan mesin diesel agar sedotannya airnya lebih kencang. Korban diketahui pamit untuk memasang gas pada mesin diesel sekitar pukul 13.00 WIB. Akan tetapi hingga dua jam berselang, korban tak kunjung pulang hingga membuat keluarga di rumah cemas.

“Dia memang ke sawah untuk memasang gas bahan bakar diesel. Karena dieselnya ada di dalam sumur sekitar 1,5 meter, korban turun ke dalam untuk memasangnya. Mungkin karena tidak tahan menghirup gas akhirnya dia lemas dan tidak sadar di dalam sumur. Baru ketahuan jam 15.00 WIB tapi sudah meninggal di dalam,” ujarnya kepada Joglosemar, .

Lebih lanjut, Sunardi menguraikan setelah diketahui, jasad korban akhirnya dievakuasi bersama-sama oleh petani dan keluarganya. Korban langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat kemarin petang. Ia juga mengatakan tragedi petani tewas akibat nyedot pakai gas elpiji di wilayahnya memang bukan kali pertama terjadi.

Sepengetahuannya, sudah ada lebih dari 3 kasus petani yang menjadi korban gara-gara nyedot pakai gas di sumur sawah dengan beberapa diantaranya akhirnya meninggal. Bahkan, belum lama ini ada pula yang sampai terbakar akibat tersambar gas elpiji saat menghidupkan mesin disel meski akhirnya bisa diselamatkan.

Meski begitu, petani di wilayahnya sudah kadung terbiasa menggunakan bahan bakar gas elpiji untuk nyedot air di sumur dudukan. PIhaknya juga sudah berulangkali mengimbau dan mengingatkan beberapa kejadian fatal akan tetapi para petani terkadang nekat memakai gas dengan alasan menghemat biaya.

“Sebenarnya juga nggak sekali dua kali ada korban. Tapi namanya petani, alasannya memang sederhana cari irit meski sebenarnya juga tahu itu sangat berbahaya,” tandasnya.

Sementara, dari Dukuh jetis, Desa Patihan, kemarin juga digemparkan dengan meninggalnya petani, Suyut (50) yang ditemukan meregang nyawa sesaat setelah lembur nyedot air pakai gas elpiji.

Menurut Kades Patihan, Tri Mulyono, korban sore harinya diketahui membawa diesel berbahan bakar gas ke sawahnya untuk lembur. Setelah itu, korban kemudian pulang ke rumah dan ketika akan dibangunkan untuk salat subuh, sudah tidak ada.

“Penyebab pastinya apa kami belum tahu, tapi yang jelas sorenya memang habis ndiesel ke sawah dengan bahan bakar elpiji. Tadi juga langsung dimakamkan,” jelasnya.

Informasi meninggalnya Suyut juga beredar luas di kalangan masyarakat utamanya petani di Sidoharjo hingga ke kecamatan lain. Beberapa warga yang ditemui Joglosemar juga membenarkan jika korban dikabarkan meninggal diduga akibat menghirup gas elpiji saat nyedot air di sawahnya pakai diesel berbahan bakar elpiji 3 kg.

Wardoyo