Bermasalah, DPRD Solo Tegur Kontraktor Pasar Klewer

Bermasalah, DPRD Solo Tegur Kontraktor Pasar Klewer

85
Ketua Komisi B DPRD Provinsi M. Chamin Irvani (kedua dari kanan) bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Pasar Klewer, Senin (16/02/2015). Foto: Maksum N F
Ketua Komisi B DPRD Provinsi M. Chamin Irvani (kedua dari kanan) bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Pasar Klewer, Senin (16/02/2015). Foto: Maksum N F

SOLO-Ketua Komisi II DPRD Kota Surakarta YF Sukasno meminta kontraktor pelaksana proyek Pasar Klewer memperbaiki cara kerjanya selama ini. Hal itu menyusul munculnya banyak keluhan warga yang terkena polusi debu dan pasir dari truk pengangkut material. Kondisi itu banyak dialami warga dan pelaku usaha di pusat bisnis Jalan Secoyudan.

“Memang sudah ada repson dari kontraktor yang menempatkan petugas untuk menyiram jalan yang dilintasi truk. Namun potensi polusi dan dampak lainya bakal timbul,” kata Kasno kepada Joglosemar, Selasa (22/9/2015).

Dia mengatakan, pembersihan sisa material tak cukup hanya dengan menyiram jalan. Menurutnya, sisa pasir dan material lain yang diguyur air itu bakal masuk ke saluran drainase. Jika hal itu berlangsung setiap hari dalam jangka waktu lama, maka akan menambah beban drainase tersebut.

Baca Juga :  Puan Ingatkan Pentingnya Revolusi Mental

“Tumpukan tanah dan material ini bakal mengganggu fungsi drainase dan menambah bebannya. Ini akan mengurangi kapasitas saluran tersebut,” terang Kasno.

Dia menambahkan, semestinya petugas yang ditempatkan di kawasan itu membersihkan dulu sisa material yang berceceran di jalan, agar tak langsung masuk saluran. Baru setelah pasir dan batu itu berkurang, petugas bisa menyemprot sisanya. Karenanya, jumlah petugas yang disiagakan juga harus ditambah minimal dua kali lipatnya.

“Kontraktor juga harusnya memastikan pengangkutan material dilakukan dengan kondisi bak truk tertutup. Misalnya dengan terpal di atasnya. Ini jelas akan menekan polusi debu dan mengurangi cecera material di jalan,” tambahnya.

Di sisi lain, Kasno mempersilakan warga yang merasa dirugika untuk melapor atau menyampaikan keberatan pada dinas terkait.

“Kasus seperti itu pernah terjadi pada pembanguan Gedung Bank Indonesia. Sempat tmbul protes dari warga Kampung Baru Pasarkliwon yang terkena dampak pembangunan tersebut,” kata dia.

Baca Juga :  DKK Solo Berkomitmen Berantas Tuberkulosis

Hal itu sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2009 tentang Bangunan pada Pasal 91 ayat 1 huruf c. Pasal itu mengatur soal peran masyarakat dalam proses pembangunan.

“Masyarakat bisa menyampaikan pendapat dan pertimbangan kepada instansi yang berweangn terhadap penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan, rencana teknis bangunan tertentu dan kegiatan penyelenggaraan yang menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan,” katanya.

Dia mempersilakan warga di kawasan tersebut untuk menempuh prosedur yang telah disiapkan. Mereka bisa secara resmi melayangkan keberatan.

“Tentu kami berharap Pasar Klewer selesai tepat waktu. Hanya saja persoalan lingkungan tak boeh ditinggalkan,” ujarnya.

Dini Tri Winaryani

BAGIKAN