JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Berpotensi Lahirkan Pengangguran, Pemerintah Bakal Tertibkan SMK Swasta

Berpotensi Lahirkan Pengangguran, Pemerintah Bakal Tertibkan SMK Swasta

95
BAGIKAN
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Solo mengikuti ujian nasional 2015, Selasa (14/04/2015). Foto: Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi | Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

KARANGANYAR– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menertibkan keberadaan SMK Swasta di Indonesia. Pesatnya pertumbuhan SMK Swasta menjadi pertimbangan utama penertiban tersebut.

Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad, mengakui terdapat banyak SMK yang berada di bawah standar terutama untuk SMK Swasta. Pasalnya, pendirian SMK swasta sering tidak memperhatikan potensi daerah atau melihat industri pasangannya.

“Maka kami akan menertibkannya. Kalau tidak kasihan generasi banga kita. Bisa-bisa SMK malah menciptakan pengangguran. Kami akan segera mengkaji kembali sesegera mungkin untuk dilakukan penertiban ini. Sampai saat ini belum bisa dipastikan berapa banyak yang akan ditertibkan, namun yang pasti jumlah SMK Swasta sudah mencapai 70 persen dibandingkan SMK Negeri yang hanya 30 persen,” urainya saat ditemui usai melakukan pembukaan kegiatan Southeast Asia Technical and Vocational Education and Training (SEA TVET) Workshop, Kamis (10/9/2015), di Hotel Lor In.

Hamid menyampaikan, pihaknya tidak dapat mengontrol pertumbuhan SMK Swasta di tingkat kabupaten/kota karena itu menjadi kewenangan Bupati/Walikota meskipun standar dari Kemendikbud tentang pendirian SMK Swasta sudah baku.

“Penertiban menunggu pelimpahan SMA/SMK ke provinsi selesai dilakukan…Langkah awal dilakukan pemetaan dan ditargetkan selesai Oktober 2016 mendatang. Pemetaan dilakukan pada tenaga guru, sekolah, anggaran dan kalau tidak sesuai standar akan diberikan kesempatan untuk memperbaikinya terlebih dulu,” pungkasnya.

Triawati Prihatsari Purwanto