BIN Mengaku Kurang Personel Amankan Pilkada Serentak

BIN Mengaku Kurang Personel Amankan Pilkada Serentak

49
Sutiyoso
Sutiyoso

JAKARTA – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Sutiyoso, mengakui mereka kekurangan personel untuk memastikan keamanan dalam Pilkada serentak pada Desember nanti.

“Saat ini umumnya satu anggota BIN melingkupi dua sampai tiga kabupaten kota, itu tidak masuk akal, pasti tidak maksimal,” kata Sutiyoso, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (10/9/2015).

Dia sering menyatakan wacana BIN akan merekrut 1.000 personel tambahan. Secara umum, ada dua kategori personel dalam hal ini, yaitu agen lapangan dan agen pendukung yang dapat direkrut dari berbagai kalangan.

Atas dasar keterbatasan sekaligus keperluan penambahan 1.000 personel itulah, kata dia, BIN memerlukan anggaran sesuai kebutuhan. Minimal untuk keperluan jangka pendek mengamankan Pilkada serentak pada Desember nanti.

Dia juga menjamin Pilkada serentak di lebih dari 440 kabupaten dan kota se-Indonesia itu aman.

Sutiyoso pernah menyatakan BIN memerlukan tambahan dana, yang dia katakan hingga Rp10 triliun, dan kemudian dia bantah sendiri.

“Kamu harus bisa membedakan omongan guyonan dengan yang serius. Tidak ada Rp10 triliun,” ujar dia, kepada pers, saat itu.

Sementara itu Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) TB Hasanudin, mengimbau Badan Intelijen Negara tidak “berteriak” kekurangan anggaran operasional, karena masih bisa memanfaatkan dana taktis.

Dia justru menyarankan agar BIN tidak terlampau bersandar pada APBN. Hasanuddin menyarankan agar BIN bersinergi dengan pihak lain, misalnya dengan perusahaan-perusahaan besar. Menurut dia, sinergi itu tidak mengganggu netralitas BIN selama kerja samanya selektif.

Antara

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR