JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Black Mass, Kisah Kerja Sama Penjahat dan Aparat

Black Mass, Kisah Kerja Sama Penjahat dan Aparat

71
BAGIKAN

blackmass

BAGAIMANA jadinya bila dua teman masa kecil,  seorang agen Federal Bureau Investigation (FBI) dan seorang kepala gerombolan penjahat menjalin kerja sama?

Pertanyaan itulah yang ingin dijawab dalam film “Black Mass”, yang diangkat berdasarkan kisah nyata James “Whitey” Bulger (Johnny Deep) seorang gangster pimpinan gang Irlandia-Amerika di kota Boston, AS.

James, yang akrab dipanggil Jimmy, awalnya hanya merupakan begundal yang memimpin Gang Winter Hill yang menguasai bagian selatan kota Boston (Southie), dan bersaing dengan gang lainnya seperti kelompok mafia Angiulo yang berbasis di utara Boston.

Sejak awal film, penonton telah dipaparkan mengenai perilaku Jimmy, yang antara lain tidak suka dengan perilaku orang yang seenaknya memakan kudapan kacang dengan jorok dari piring yang sebenarnya dimaksudkan untuk semua orang.

Selain itu, ada juga adegan Jimmy bersama tukang pukulnya, Kevin Weeks (Jesse Plemons), memukul habis-habisan begundal lainnya, hingga Jimmy yang menembak mati anak buahnya.

Namun, Jimmy juga dikenal sebagai ayah yang sangat sayang kepada anak lelakinya semata wayang, Douglas, yang juga kerap direcoki dengan sejumlah “petuah” ala gangster dari Jimmy.

Nasib Jimmy yang awalnya hanya sebuah pemimpin gang kecil berubah setelah teman masa kecilnya, John Connoly (Joel Edgerton), ternyata diangkat menjadi seorang agen FBI yang juga bertugas di kota kelahirannya, Boston.

John melihat FBI memiliki kesempatan untuk membawa kelompok Angiulo ke meja hijau bila organisasi hukum federal AS itu menjadikan Jimmy sebagai informan utama mereka.

Jimmy berhasil memberikan informasi kepada FBI mengenai di mana lokasi yang menjadi markas utama mafia Angiulo sehingga FBI juga bisa masuk ke tempat tersebut untuk memasang alat penyadap.

Dari hasil sadapan FBI tersebut dapat diperoleh pernyataan yang cukup untuk menjerat berbagai orang di lingkaran Angiulo ke pengadilan.

Keberhasilan itu juga mengangkat nama John Connoly sebagai salah satu agen FBI yang dinilai berprestasi karena bisa menjatuhkan mafia Boston.

Namun, kerja sama antara Jimmy dan John Connoly ternyata mengakibatkan berbagai tindak kejahatan yang dilakukan oleh Jimmy dan kelompoknya cenderung untuk ditutup-tutupi oleh Connoly dan Connors.

Film “Black Mass” yang berdurasi 122 menit dan disutradai Scott Cooper itu berbeda dengan film “Donny Brasco” yang mengisahkan sudut pandang dari kisah nyata FBI yang sedang menyamar menyusup keluarga mafia, sedangkan “Black Mass” didominasi dari sudut pandang seorang pemimpin kelompok penjahat.

Antara