BMKG Jogja Uji Coba Prekusor untuk Antisipasi Risiko Gempa

BMKG Jogja Uji Coba Prekusor untuk Antisipasi Risiko Gempa

107
Ilustrasi
Ilustrasi

SLEMAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta sedang melakukan uji coba sebuah alat yang bernama “Prekusor” gempa guna mengantisipasi dan mengurangi risiko bencana gempa bumi di suatu kawasan.

“Alat yang bekerja di kedalaman 100 meter dari permukaan bumi ini, dapat memberikan informasi mengenai potensi energi gempa serta prediksi gempa bumi ke depan,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Toni Agus Wijaya usai “Workshop” Penguatan UPT BMKG dan BPBD Dalam Memahami Rantai Peringatan Dini Tsunami di Sleman, Senin (14/9/2015).

Baca Juga :  Wisuda FSRD ISI Surakarta Bertemakan Garden Party

Menurut dia, alat “Prekusor” tersebut saat inu sedang diuji coba di dua titik di kawasan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni di Kecamatan Piyungan dan Pundong.

“Dua kawasan tersebut kami pilih karena di bawahnya dilalui sesar atau patahan opak, yang pada peristiwa gempa besar pada 2006 mengalami kerusakan parah. Sistem kerja alat ini adalah dengan ditanam pada sebuah sumur di kedalaman 100 meter,” katanya.

Ia mengatakan, alat yang terdiri dari beberapa sensor ini mampu mendeteksi serta memberi informasi gejala awal sebelum terjadinya gempa bumi.

Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap Ditarget Desember, Tapi Sekarang Baru 22%

“Informasi tersebut meliputi suhu permukaan tanah, kandungan air, kondisi gas radioaktifdi bawah permukaan tanah serta kelembaban tanah,” katanya.

Toni mengatakan, alat Prekusor ini baru pertama kalinya diuji coba di Indonesia, dan menurut hasil penelitian di beberapa negara maju unsur tanah mengalami peningkatan sebelum terjadinya gempa bumi.

“Jika alat ini dinilai berhasil dalam memberikan data dan informasi awal terjadinya gempa, maka alat ini akan menjadi alat pertama yang mampu mendeteksi potensi gempa di suatu wilayah,” katanya.

Victorianus Sat Pranyoto | Antara

 

BAGIKAN