BPOM Jawa Tengah: Waspadai Kosmetik dan Obat Berbahaya di Situs Online

BPOM Jawa Tengah: Waspadai Kosmetik dan Obat Berbahaya di Situs Online

96
Petugas BPOM Jateng melakukan penyitaan kosmetik ilegal di Katanganyar | Joglosemar/ Mohammad Ayudha
Petugas BPOM Jateng melakukan penyitaan kosmetik ilegal di Katanganyar | Joglosemar/ Mohammad Ayudha

SOLO- Berdasarkan temuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Tengah, banyak ditemukan kosmetik dan obat-obatan ilegal di Jawa Tengah. Bahkan di tahun 2015 ini, sebanyak 147 produk yang meliputi kosmetik dan obat ilegal berhasil diamankan dengan nilai total sebesar Rp 2 miliar.

Kepala BPOM Jawa Tengah, Agus Prabowo mengatakan, kebanyakan baik itu kosmetik maupun obat ilegal tersebut ditemukan di toko yang tidak resmi.

“Dari 147 kasus temuan tersebut, 24 diantaranya merupakan obat ilegal, sedangkan sisanya merupakan kosmetik ilegal,” kata Agus di sela-sela seminar dengan tema Waspada Obat dan Makanan Ilegal di Balai Tawang Arum, Balaikota Surakarta, Rabu (9/9/2015).

Agus menambahkan, temuan di tahun 2015 ini menurutnya sudah mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di Tahun 2013, nilai obat dan kosmetik ilegal yang berhasil ditemukan mencapai Rp 7 miliar. Sedangkan di tahun 2014, nilai obat dan kosmetik ilegal mencapai Rp 5,5 miliar.

Baca Juga :  Ada Proyek Sudetan Drainase Jalan Supomo, Ini Permintaan Khusus PT KAI

Meski temuan terus mengalami penurunan tiap tahun, namun masyarakat dihimbau untuk selalu waspada baik dengan kosmetik maupun obat ilegal. Pasalnya obat maupun kosmetik ilegal ini belum didaftarkan di BPOM. Sehingga dari BPOM tidak bisa memastikan apakah bahan yang digunakan untuk membuat aman dikonsumsi atau tidak.

“Bisa jadi bahan yang digunakan itu berbahaya sehingga sengaja tidak didaftarkan ke BPOM. Kalau bahan pembuatnya berbahaya dikonsumsi, maka masyarakatlah yang dirugikan,” kata Agus.

Menurut Agus, kosmetik dan obat ilegal yang dijual bebas ini ketika disita dan diteliti, terdapat alamat produksinya. Namun alamatnya tersebut ketika di cek tidak valit. Bahkan produk ilegal baik itu kosmetik maupun obat ini juga disita melalui penjual online.

Baca Juga :  Pulang Dari Masjid, Pensiunan PNS Syok Lihat Tas dan Dompet Isi Jutaan Rupiah Digasak Maling..

“Jadi tidak hanya dari toko ke toko namun juga dilacak melalui situs online. Pasalnya selama ini banyak penjual yang memanfaatkan media online,” ujar Agus.

Untuk itu, Agus menghimbau kepada masyarakat ketika membeli obat maupun kosmetik, pilihkan toko yang resmi. Hal ini dilakukan supaya barang yang dijual benar-benar legal.

Supaya masyarakat tidak malas mendaftarkan produknya ke BPOM, sebenarnya untuk memperoleh ijin edar ini tidak perlu datang ke kantor BPOM. Untuk mendapatkan ijin edar, bisa dilakukan melalui online. “Kemudahan ini diharapkan bisa dimanfaatkan supaya peredaran barang ilegal bisa ditekan,” pungkas Agus.

Dwi Hastuti

BAGIKAN