JOGLOSEMAR.CO Berita Utama BPS: Masih Ada 28,59 Juta Penduduk Miskin di Indonesia

BPS: Masih Ada 28,59 Juta Penduduk Miskin di Indonesia

76
BAGIKAN
PEMBAGIAN SEMBAKO-Ratusan warga rela antre dan berdesak-desakan saat pembagian sembako di kantor Kecamatan Laweyan, Selasa (30/7). Pemkot Surakarta melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Surakarta menggelar kegiatan sosial dengan membagi sebanyak 2000 paket sembako yang ditujukan untuk warga miskin di kecamatan bersangkutan jelang Hari Raya Lebaran. Joglosemar/Yuhan Perdana
PEMBAGIAN SEMBAKO-Ratusan warga rela antre dan berdesak-desakan saat pembagian sembako di kantor Kecamatan Laweyan, Selasa (30/7). Pemkot Surakarta melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Surakarta menggelar kegiatan sosial dengan membagi sebanyak 2000 paket sembako yang ditujukan untuk warga miskin di kecamatan bersangkutan jelang Hari Raya Lebaran. Joglosemar/Yuhan Perdana

JAKARTA– Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2015 mencapai 28,59 juta orang atau mencapai 11,22 persen dari total penduduk.

“Pada Maret 2015, jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan mencapai 28,59 juta orang atau 11,22 persen dari total penduduk Indonesia,” kata Kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers, di Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Suryamin mengatakan, jumlah penduduk miskin ini bertambah sebanyak kurang lebih 860 ribu orang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada September 2014 lalu sebanyak 27,73 juta orang atau 10,96 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Suryamin menjelaskan, persentase jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2015 adalah 10,65 juta orang atau naik 8,16 persen jika dibandingkan dengan September 2014 lalu yang tercatat sebanyak 10,36 juta orang atau 8,16 persen.

Sementara untuk persentase jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan juga naik dari sebelumnya pada September 2014 sebanyak 17,37 juta orang atau 13,76 persen, menjadi 17,94 juta orang atau 14,21 persen pada Maret 2015.

Antara | Vicki Febrianto