Budi Waseso Janji Miskinkan Penyelundup Narkoba

Budi Waseso Janji Miskinkan Penyelundup Narkoba

64
Bantah Pencopotan Jabatan Kepala Bareskrim Polri. Komjen Pol Budi Waseso mengacungkan Ibu jari usai memberikan keterangan kepada wartawan terkait pemberitaan tentang pencopotan jabatannya sebagai Kepala Bareskrim Polri di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/9). Dalam keterangannya Budi Waseso membantah berita tersebut. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Bantah Pencopotan Jabatan Kepala Bareskrim Polri. Komjen Pol Budi Waseso mengacungkan Ibu jari usai memberikan keterangan kepada wartawan terkait pemberitaan tentang pencopotan jabatannya sebagai Kepala Bareskrim Polri di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/9). Dalam keterangannya Budi Waseso membantah berita tersebut. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA– Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso berjanji akan memiskinkan penyelundup narkoba di Indonesia dengan menerapkan undang-undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Tidak hanya dimiskinkan bila perlu dihukum mati,” kata Budi Waseso di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (9/9/2015).

Pria yang akrab disapa Buwas itu mengatakan peredaran dan penyelundupan narkoba merupakan tindak kejahatan luar biasa yang harus ditangani antarlembaga penegak hukum.

Buwas menuturkan narkoba sebagai “pembunuh” generasi anak muda bangsa sehingga aparat penegak hukum harus proaktif memberantas barang haram itu.

Salah satu cara untuk memiskinkan bandar narkoba, jenderal polisi bintang tiga itu akan menjerat tersangka dengan TPPU.

Petugas pernah menerapkan UU tentang TPPU terhadap bandar narkoba “kelas kakap” Freddy Budiman yang memproduksi narkoba pada salah satu lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Saat menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Buwas menyatakan pihaknya telah berupaya memberikan ancaman hukuman terberat terhadap bandar narkoba.

“Kita sudah banyak lakukan upaya agar tidak diberikan pengampunan,” tegas Buwas.

Bahkan Buwas sesumbar menenggelamkan kapal ilegal pengangkut narkoba bersama pelaku penyelundupan yang memasuki perairan Indonesia.

Antara | Taufik Ridwan

BAGIKAN