Bupati Agus Minta Jangan Ada PHK di Sragen

Bupati Agus Minta Jangan Ada PHK di Sragen

89
Agus Fatchur Rahman | dok.Joglosemar
Agus Fatchur Rahman | dok.Joglosemar

SRAGEN– Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman menyerukan kepada semua pengelola perusahaan di wilayah Sragen untuk menjaga kondusivitas dan sebisa mungkin menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK).

Imbauan itu dilontarkan menyusul memburuknya situasi perekonomian secara nasional sebagai dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang semakin mengkhawatirkan belakangan ini.

“Meskipun situasi perekonomian nasional tidak begitu menggembirakan bahkan cenderung mengkhawatirkan, kami sangat berharap para pengusaha untuk menjaga kondusivitas dengan tidak melakukan PHK. Seandainya situasi memburuk, mungkin bisa ditempuh solusi lain,” paparnya Minggu (6/9/2015).

Baca Juga :  Fenomena Miris, Banyak Ibu Hamil di Desa Terpencil Sragen Terpaksa Melahirkan di Jalan

Ia memaklumi kondisi perusahaan terutama yang berbahan baku impor seperti tekstil memang mau tidak mau akan terpengaruh oleh melemahnya rupiah. Akan tetapi, pengusaha juga diharapkan bisa mempertimbangkan keberadaan buruh dengan tetap mempekerjakannya.

Bupati menyampaikan salah satu solusi yang bisa dilakukan apabila situasi terburuk, mungkin dengan menerapkan penggiliran kerja secara mingguan kepada karyawan. Dengan begitu, perusahaan masih bisa berjalan tanpa harus melakukan PHK karyawan.

Baca Juga :  Perenang Muda Kota Solo Pilih Konsentrasi ke Jakarta

“Itulah bentuk tanggungjawab dan nasionalisme pengusaha untuk keselamatan situasi Sragen,” jelasnya.

Data di Disnakertrans Sragen mencatat jumlah perusahaan di Bumi Sukowati mencapai angka 400 dengan total buruh mencapai 400.000 orang. Namun dari angka itu, mayoritas tersebar di perusahaan skala kecil menengah dan hanya sekitar 10.000-20.000 yang bekerja di sektor perusahaan tekstil.

Wardoyo

BAGIKAN