JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Cabai Rawit Masih Jadi Pemicu Inflasi di Jawa Tengah

Cabai Rawit Masih Jadi Pemicu Inflasi di Jawa Tengah

79
BAGIKAN
Ilustrasi: Joglosemar/Kurniawan Arie
Ilustrasi: Joglosemar/Kurniawan Arie

SEMARANG – Komoditas cabai rawit masih pemicu terjadinya inflasi Jawa Tengah pada bulan Agustus.

“Sudah beberapa minggu terakhir ini harga cabai rawit terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut berdampak pada inflasi bulan Agustus sebesar 0,29 persen, meski demikian angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi pada bulan Juli lalu yang mencapai 0,92 persen,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Jam Jam Zamachsyari, Selasa (1/9/2015).

Selain cabai rawit, beberapa komoditas lain yang memberikan kontribusi terhadap terjadinya inflasi bulan Agustus di antaranya telur ayam ras, beras, dan daging ayam ras.

“Beberapa komoditas ini harganya belum mengalami penurunan semenjak naik jelang Lebaran lalu. Bahkan untuk daging ayam ras harganya juga terus naik,” katanya.

Sektor lain yang memberikan kontribusi terhadap inflasi yaitu perguruan tinggi. Meski di satu sisi biaya pendidikan sedikit memberikan kontribusi terhadap terjadinya deflasi, namun di sisi lain juga memberikan kontribusi terhadap inflasi.

“Ada sebagian masyarakat yang sudah mengeluarkan biaya untuk pendidikan pada bulan Agustus lalu, meski demikian ada sebagian yang masih menunggu di bulan-bulan depan,” katanya.

Meski berdampak pada terjadinya inflasi, pengaruh kenaikan harga beberapa komoditas tersebut tidak sebesar dengan pengaruh fluktuasi harga komoditas yang ditentukan oleh Pemerintah.

“Biasanya kenaikan maupun penurunan harga komoditas yang ditentukan oleh Pemerintah ini berpengaruh cukup besar terhadap terjadinya inflasi. Beberapa komoditas tersebut di antaranya BBM dan elpiji,” katanya.

Sementara itu, inflasi Jawa Tengah di bulan Agustus tersebut jauh di bawah angka inflasi nasional yang mencapai 0,39 persen.

Aris Wasita Widiastuti | Antara