JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Cabuli Siswa SMA Berulang Kali, Pemuda Sambungmacan Dilaporkan Polisi

Cabuli Siswa SMA Berulang Kali, Pemuda Sambungmacan Dilaporkan Polisi

302
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN – Seorang warga Dukuh Kedungbanteng, Sambungmacan DIN (38) melaporkan pemuda tetangga desa KHO (20), warga Dukuh Munggur, Karanganyar, Sambungmacan.

Pemuda itu dilaporkan ke Polres karena diduga telah berulangkali mencabuli putrinya berinisial IS (17) yang masih duduk di bangku SMA.

Ironisnya, aksi pencabulan dan persetubuhan itu dilakukan terlapor terhadap korban selama hampir setahun sejak Januari 2014 hingga terakhir 23 September 2015 lalu. Aksi bejat pelaku berjalan mulus hanya dengan modal iming-iming siap bertanggungjawab apabila korban sampai hamil.

Perbuatan amoral itu terungkap ketika orangtua korban melapor ke Polres Sragen, Senin (28/9/2015). Informasi yang dihimpun di Mapolres, kejadian pencabulan itu bermula sekitar 18 Januari 2014 di rumah pelaku.

Berdasarkan keterangan korban dan kesaksian teman-temannya, siang itu pelaku menghubungi korban melalui pesan singkat yang intinya meminta korban untuk menemuinya di rumah.

Korban yang sudah mengenal pelaku, menurut saja dan datang dengan temannya SET (16). Sesampai di rumah pelaku, di situ pelaku sudah menunggu bersama temannya berinisial ER (16).

Setelah berada di rumah pelaku, korban kemudian diajak ngobrol sebentar. Kemudian pelaku masuk ke dalam kamar dan selanjutnya meminta korban untuk menyusul. Korban yang tak curiga kemudian menurut saja.

Di dalam kamar itulah, pelaku membujuk korban untuk mau diajak berhubungan layaknya suami istri. Korban awalnya takut namun kemudian terus didesak agar mau melayani. Terakhir, pelaku kemudian menggaransi siap bertanggungjawab jika korban hamil. Akhirnya, korban pasrah dan menuruti keinginan pelaku.

Setelah itu, korban kemudian diantar pulang. Rupanya kejadian itu membuat pelaku ketagihan. Hingga akhirnya yang terakhir diakui korban, kejadian asusila itu terjadi pada 23 September lalu.
Kasubag Humas AKP SAptiwi Retnowati membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan tersebut.

Wardoyo