JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Coba Melawan, Reserse Sukoharjo Tembak Pelaku Pembobol Brankas Kalstar

Coba Melawan, Reserse Sukoharjo Tembak Pelaku Pembobol Brankas Kalstar

91
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SUKOHARJO – Kawanan bandit spesialis pembobol brankas lintas daerah diringkus jajaran Satreskrim Polres Sukoharjo. Satu dari empat pelaku terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri. Mereka sempat menggondol brankas berisi dokumen-dokumen dan uang tunai senilai Rp 9 juta milik Kantor Kalstar Aviation, Kartasura beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo Iptu Fran D Kambaren menjelaskan, komplotan pencuri itu digawangi M Efendi (32) warga Sangkrah, Pasarkliwon, Solo; Fuad Qodir (43) warga Kalibening, Tingkir, Salatiga dan Jaka Soengkowo (39) warga Gilingan, Banjarsari, Solo. Pihaknya terpaksa menembak kaki kanan Fuad Qodir karena sempat berusaha melarikan diri saat ditangkap.

Sedangkan satu pelaku lain yang berinisia BG masih dalam pengejaran. “Mereka mencuri brankas milik kantor penjualan tiket pesawat Kalstar Aviation, Kartasura,” kata Iptu Fran mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai, dalam gelar tersangka dan barangbukti, Jumat (18/9/2015).

Dijelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, Efendi yang menjadi dalang pencurian dengan pemberatan tersebut ditangkap tanpa perlawanan dikediamannya di Sangkrah, Solo. Berawal dari pengakuan Efendi polisi meringkus Fuad di Salatiga dan menangkap Jaka yang berperan sebagai penyedia sarana transportasi mengangkut hasil pencurian.

Iptu Fran mengungkapkan,  otak pelaku kejahatan itu memata-matai lokasi calon korban dan beraksi dimalam hari. Pada saat itu Efendi merusak gembok rolling door kantor yang berupa bangunan ruko tersebut. Setelah berhasil masuk, Efendi kesulitan menggotong brankas. Karena itu, dia memutuskan memanggil kawan-kawannya.

“JS (Jaka) dan BG (buron) datang dengan mobil Pickup ke TKP, lalu membawa kabur brankas ke Salatiga. Setelah berhasil membongkar brankas itu, brankas ditimbun di halaman belakang rumah pelaku Fuad,” terang Iptu Fran.

Berdasarkan hasil pengembangan, lanjut Iptu Fran, para pelaku memiliki catatan kriminal cukup panjang. Efendi tercatat tiga kali keluar masuk penjara dengan kasus pencurian. Sedangkan Joko dan BG (buron) belum memiliki catatan kriminal. Sementara itu, Fuad diketahui sudah beraksi di 17 tempat kejadian perkara di wilayah eks Karisedenan Surakarta.

“Fuad sudah pernah dipenjara dua kali,” imbuh Iptu Fran.

Iptu Fran menambahkan, pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu buah unit brankas, dua unit sepeda motor, kunci L dan satu unit mobil pikap. Sementara uang tunai sebesar Rp 9 juta dan dokumen paket wisata senilai Rp 1 juta telah dinikmati para pelaku.

“Para pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tegasnya.

Sofarudin