JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Daftar Pemilih Sementara di Solo Sudah Selesai

Daftar Pemilih Sementara di Solo Sudah Selesai

68
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SOLO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta telah menyelesaikan penyusunan Daftar Pemilih Sementara. Hingga 19 September, seluruh warga yang sudah memiliki hak pilih diminta segera mengecek namanya di daftar tersebut.

Ketua KPU Kota Surakarta mengatakan, DPS yang telah ditetapkan belum lama ini sudah ditempel di tempat-tempat strategis. Seperti di kantor kelurahan dan papan pengumum RT atau RW, serta satu rangkap untuk arsip.

“DPS sudah ditempel, bahkan sampai tingkat RW. Ini untuk memudahkan warga dalam mengecek namanya. Termasuk dari Panwaslu dan tim pemenangan juga bisa mengecek daftar tersebut,” ungkap Agus, Minggu (13/9/2015)

KPU juga memfasilitasi akses DPS melalui smartphone dengan membuka  situs http://data.kpu.go.id/dpsmobile.php. Agus menjelaskan, untuk mengetahui apakah sudah terdaftar sebagai pemilih pilkada atau belum, calon pemilih tinggal memasukkan nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Dengan begitu, tidak ada lagi kesulitan dalam mengakses data. Jika memang belum terdaftar dalam DPS, silakan segera melapor ke PPS (Panitia Pemungutan Suara) di kelurahan. Masih ada tahap penyusunan DPS Hasil Perbaikan (DPS HP) yang nantinya sebagai acuan menyusun DPT (Daftar Pemilih Tetap),” terangnya.

Menurut Komisioner Divisi Pemutakhiran Data Pemilih, Badan Penyelenggara dan Perencanaan, Kajad Pamuji Joko Waskito, KPU telah menetapkan 401.897 pemilih pada DPS.

“Dari jumlah itu terdiri dari 195.279 pemilih laki-laki dan 206.618 pemilih perempuan,” kata dia.

Kajad menjelaskan, dari daftar potensial penduduk pemilih pemilu (DP4) 422.052 pemilih memang terjadi penyusutan yang cukup signifikan lantaran ada 20.155 pemilih yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Dari hasil pemutakhiran data, kebanyakan pemilih dinyatakan TMS karena meninggal dunia dan pindah domisili.

”Data yang meninggal dunia mencapai 14.415 pemilih, pindah domisili 13.852 pemilih, tidak dikenal 2.149 pemilih, yang lainnya karena data ganda, pindah status TNI/Polri, dan lainnya,” terang dia.

Ketua Komisi I Budi Prasetyo juga mengingatkan, agar warga proaktif datang ke kelurahan atau mengakses lewat smartphone masing-masing.

“DPS sudah terpasang, sehingga warga dipersilakan untuk segera datang melihat namanya. Ini supaya hak politiknya bisa digunakan dengan baik,” paparnya.

Dini Tri Winaryani