JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dapur Umum Wajib Penuhi Unsur Sehat, Ini Tipsnya

Dapur Umum Wajib Penuhi Unsur Sehat, Ini Tipsnya

71
BAGIKAN
SIDAK DAPUR UMUM-Anggota DPR RI Komisi 9 Zuber Safawi (kiri) tengah melakukan Sidak (Inspeksi Mendadak) pelayanan Dapur umum di Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (12/9). Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
Ilustrasi: dok.Joglosemar

SALAH satu faktor penting untuk menjaga kesehatan pengungsi saat terjadi bencana adalah kebersihan (higienitas) dapur umum. Bagaimana dapur umum yang higienis?

Menurut dokter umum Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Surakarta, dr Christina Roosarjani Msi ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sesuai dengan standar nasional.

“Yang penting bukan soal cita rasa, melainkan keamanan makanan. Yaitu bebas dari mikroorganisme yang dapat mengganggu kesehatan seseorang yang mengonsumsinya,” katanya kepada Joglosemar.

Higienitas itu perlu dilakukan merata, mulai dari bahan makanan, proses pemasakan, peralatan, orang yang memasak hingga penyajian. Pasalnya, kontaminasi mikroorganisme akan berakibat fatal pada food borne  (keracunan makanan).

“Kondisi para pengungsi sendiri sudah drop. Jika makanan yang diasupnya terkontaminasi bakteri, virus dan sejenisnya, maka keracunan makanan akan mudah terjadi. Karena itu, tak jarang di pengungsian para korban sering mengeluhkan diare,” tegasnya.

Dari sekian bakteri patogen yang berbahaya bagi tubuh yakni Shigella sp yang menyebabkan disentri basiler, Coryne penyebab haemolitic infection, Salmonella Typhi yang mencetuskan : typhus dan parathypi, Vibrio cholera menyebabkan kolera, dan Eschericia  colli yang mengakibatkan diare dan lain-lain.

Untuk makanan, bahan yang dipilih harus segar dan selalu dicuci dengan air mengalir. Hal ini untuk meminimalisasi sejumlah parasit yang ada di sayuran serta pestisida.

Dalam dapur umum, lanjut dia, para relawan menggunakan sistem stok bahan makanan. Oleh karena itu, perlu diperhatikan cara penyimpanan yang benar.

“Untuk sayur dan buah harus disimpan pada suhu 10-15 derajat Celsius, bahan yang bisa diolah kembali bisa disimpan pada suhu empat hingga 10 derajat Celsius dan freezer dengan suhu nol hingga empat derajat celsius hanya untuk bahan yang berpotensi mudah rusak dalam jangka waktu sampai 24 jam,” tegasnya.

Sisi kebersihan orang yang mengolah makanan juga mempengaruhi higienitas dapur umum. “Biasakan mencuci tangan setiap kali memasak, memasak tidak boleh sambil merokok, menggaruk anggota badan, dan lain-lain,” papar dia.

Murniati