Depresi Sakitnya, Martorejo Pilih Gantung Diri di Pohon Nangka

Depresi Sakitnya, Martorejo Pilih Gantung Diri di Pohon Nangka

133
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Warga Dukuh Karangnongko, Desa Pungsari, Kecamatan Plupuh digegerkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh seorang kakek bernama Martorejo (67) warga Dukuh Karangnongko RT 12, Selasa (29/9/2015) pagi. Korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung di pohon nangka belakang rumahnya.

Diduga kuat, aksi bunuh diri itu dilakukan karena rasa depresi korban yang tak tahan menderita sakit kronis bertahun-tahun. Kakek tersebut ditemukan menggantung dengan cara mengikat lehernya dengan tali yang ditambatkan ke dahan pohon nangka yang ada di belakang rumah.

Kejadian tersebut pertama kali oleh istrinya sendiri, Suratiyem (60) sekitar pukul 04.10 WIB. Menurut keterangan saksi, pagi itu ia hendak berangkat ke masjid menunaikan salat subuh berjemaah.

Saat keluar rumah, ia mendapati korban tengah tiduran di dalam rumah. Tidak ada tanda-tanda atau gejala mencurigakan dari korban. Sepulang dari masjid, ia langsung bergegas membuatkan secangkir tes panas yang menjadi klangenan suaminya.

Namun ia curiga ketika hendak menyajikan teh ternyata suaminya sudah tidak berada di ruang depan lagi. Surati pun panik dan kemudian berusaha mencari keberadaan suaminya ke kamar dan sekeliling rumah. Ia langsung histeris begitu melihat di belakang rumah mendapati suaminya sudah tergantung kaku dalam kondisi tak bernyawa.

Kejadian tersebut langsung mengundang kerumunan warga yang lantas berusaha menolong dan mengevakuasi tubuh korban. Bersamaan dengan itu tim dari Polsek dan Tim Identifikasi Polres langsung meluncur ke lokasi melakukan olah TKP dan visum jasad korban.

Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi Retnowati membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya dari hasil visum tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Atas dasar itu, jasad korban kemudian diserahkan ke pihak kerabat untuk dimakamkan.

Dari hasil olah TKP dan keterangan pihak kerabat, kejadian tersebut diduga dipicu oleh rasa depresi korban karena sudah mengidap penyakit kronis bertahun-tahun tak kunjung sembuh.

Wardoyo

BAGIKAN