Derita Ginjal Bocor, Hafid Harus Cuci Darah Sepekan Sekali di Usai Belia

Derita Ginjal Bocor, Hafid Harus Cuci Darah Sepekan Sekali di Usai Belia

265
Hafid (13) dan ayahanda M Abdurrahman Munir, saat menerima bantuan sepeda dari Yayasan Maria Monique Last Wish di halaman DPRD Sukoharjo, akhir pekan lalu. Joglosemar | Sofarudin
Hafid (13) dan ayahanda M Abdurrahman Munir, saat menerima bantuan sepeda dari Yayasan Maria Monique Last Wish di halaman DPRD Sukoharjo, akhir pekan lalu.
Joglosemar | Sofarudin

SEKILAS, Muhammad Hafid (13) tak terlihat berbeda dengan anak-anak sebayanya. Tapi, dokter mendiagnosis organ vital bocah malang itu bocor. Bahkan, kini dia harus menjalani cuci darah atau hemodialisa seminggu sekali.

Saat Joglosemarmengajak Hafid berbincang, bocah itu lebih banyak diam. Sesekali dia hanya tersenyum ketika Joglosemar berbincang dengan ayahandanya, M Abdurrahman Munir (43).

Meski fungsi ginjalnya kurang sempurna, namun bocah pendiam itu tetap tegar. Bocah asal Madyorejo RT 1 RW VII, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo ini tidak leluasa beraktivitas seperti anak-anak seusianya.

Bocah kelahiran 2002 silam itu mudah lelah. Saat ini Hafid duduk di kelas 7 di SMPN 2 Sukoharjo. Anak lelaki Munir ini tidak bisa mengikuti upacara bendera dan kegiatan-kegiatan olahraga di sekolahnya.

Baca Juga :  Manfaatkan Momen Tirakatan untuk Refleksi Kinerja Pemerintahan

“Anak saya sakit sejak kecil. Dulu pas dia umur 4 bulan tahunya flek paru-paru. Tapi lama kelamaan badannya bengkak dan umur delapan bulan didiagnosis gangguan fungsi ginjal,” kata M Abdurrahman Munir, saat menerima bantuan sepeda dari Yayasan Maria Monique Last Wish di halaman DPRD Sukoharjo, akhir pekan lalu.

Munir tidak pernah menduga anak kesayangannya itu harus menderita penyakit serius tersebut. Meski begitu, Munir dan keluarga tak pernah lelah mencari upaya kesembuhan bagi buah hatinya.

Selama ini, berbagai upaya pengobatan medis maupun non medis telah dilakukan. Munir terus berupaya mencari alternatif untuk kesembuhan Hafid. Namun, dokter menyatakan kerusakan ginjal Hafid semakin parah.

Kerusakan ginjal Hafid diperkirakan mencapai 77 persen. Dokter menyarankan, Hafid menjalani cuci darah pada awal 2015 silam. Paling tidak, Hafid harus menjalalni cuci darah sekali dalam seminggu. Bahkan, Hafid juga harus membatasi konsumsi air. Bocah malang itu tidak boleh minum lebih dari tiga gelas.

Baca Juga :  Wardoyo Minta Perusahaan di Sukoharjo Optimalkan CSR

Munir, yang berprofesi sebagai pedagang hik itu telah menjual tanah warisan hanya untuk kesembuhan Hafid. Beruntung, Hafid kini terdaftar dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kelas I dengan biaya remi Rp59.900/bulan. Sehingga, sedikit banyak beban biaya pengobatan ditanggung BPJS.

Namun demikian, Hafid masih memerlukan Capsul Herbal Spiruna seharga Rp215.000 untuk satu bulan. Selain itu, Hafid mengkonsumsi air mineral oksigen tinggi Abiocos seharga Rp18.000/hari.

Sofarudin

BAGIKAN