JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dewan: Kebakaran Putri Cempo Rapor Merah Pemkot Solo

Dewan: Kebakaran Putri Cempo Rapor Merah Pemkot Solo

107
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo KEBAKARAN PUTRI CEMPO--Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir sampah Putri Cempo, Mojosongo, Solo, Senin (7/9/2015). Api yang mulai muncul pada Minggu (6/9) malam tersebut dipadamkan agar asapnya tidak mengganggu warga yang bermukim di sekitar tempat pembuangan akhir sampah Putri Cempo.
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
KEBAKARAN PUTRI CEMPO–Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir sampah Putri Cempo, Mojosongo, Solo, Senin (7/9/2015).

SOLO – Sekretaris Komisi II DPRD Solo, Supriyanto menilai kebakaran di TPA Putri Cempo menjadi rapor merah bagi Pemkot Solo.

Sebab, meski menjadi langganan kebakaran setiap musim kemarau, langkah antisipasi belum begitu terlihat. Terlebih, dampak kebakaran justru lebih ganas dibanding tahun tahun sebelumnya.

Mengingat, kesiapan sarana prasaran di lokasi untuk mengantisipasi kebakaran tidak memadahi. Termasuk kesiapan SDM dalam menanggulangi insiden kebakaran sedini mungkin.

“Sarana prasarana pemadam di masih kurang. BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) itu menjadi alternatif kedua. Seharusnya ketika muncul titik api sudah bisa diantisipasi sebelum merembet,” tuturnya.

Politisi Demokrat itu mengatakan, kebakaran akan lebih bisa diminimalisir jika setiap petak lahan di TPA Putri Cempo dibuat parit. Dengan begitu, kebakaran tidak mudah meluas.

“Agar kebakaran tidak selalu terulang, harus ada sistem pengolahan sampahnya. Kami melihat, pengolahan sampah masih belum profesional,” imbuhnya.

Sebenarnya, kata dia, sudah ada anggaran Rp100 juta untuk memanfaatkan gas biometan. “Ini harus digarap lebih serius,” pungkasnya.

Sekadar diketahui kepulan asap kali pertama diketahui muncul di TPA Putri Cempo pada Minggu (6/9/2015) malam. Hingga kemarin petugas masih berupaya memadamkan bara api yang diduga berada di dalam tumpukan sampah. Sementara itu Desa Plesungan Karanganyar telah terkena dampak kebakaran ini. Sejumlah warga mengeluhkan pekatnya asap telah mengganggu aktivitas keseharian.

Sofarudin

BAGIKAN