Di Hadapan Sultan HB X, Teriakan Salam Bajingan Membahana

Di Hadapan Sultan HB X, Teriakan Salam Bajingan Membahana

131
Meriahnya Festival Gerobak Sapi (FGS) 2015 di Stadion Sultan Agung (SSA), Sewon, Bantul pada Minggu (6/9). Foto-foto: Tribun Jogja/ Anas Apriyadi
Meriahnya Festival Gerobak Sapi (FGS) 2015 di Stadion Sultan Agung (SSA), Sewon, Bantul pada Minggu (6/9). Foto-foto: Tribun Jogja/ Anas Apriyadi

JOGJA– “Salam Bajingan!” Itulah salam sapaan yang sering kita dengar dalam pembukaan Festival Gerobak Sapi (FGS) 2015 di Stadion Sultan Agung (SSA), Sewon, Bantul pada Minggu (6/9/2015).

Pagi itu ratusan bajingan dengan gerobak sapinya memeriahkan gelaran festival yang sudah berjalan dalam tahun ketiganya ini.

Bajingan yang dimaksud tentu adalah sebutan orang Jawa untuk pengemudi gerobak sapi alias pedati.

Di antara lenguhan sapi, para bajingan dengan cekatan mengemudikan gerobak sapinya yang telah dihias menjadi menarik.

Jika pada hari biasa mereka mengemudikan gerobak sapinya untuk mengangkut hasil-hasil pertanian, kini mereka dengan bangga mengemudikan gerobak sapinya di sepanjang jalan dan di depan ribuan penonton serta para pejabat tamu undangan, termasuk Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Baca Juga :  Wisuda FSRD ISI Surakarta Bertemakan Garden Party

Ketua Panitia FGS 2015, Bowo Harso Nugroho menjelaskan festival pada tahun ini mengalami peningkatan peserta dimana diikuti oleh 227 gerobak sapi yang berasal tidak hanya dari DIY namun juga beberapa daerah di Jawa Tengah.

Menurut Bowo, tujuan penyelenggaraan FSG 2015 adalah untuk menjadi wadah bagi para petani maupun pemilik gerobak agar bisa tetap eksis melestarikan transportasi tradisional berupa gerobak sapi.

“Ini juga akan meningkatkan harga sapi yang ikut jadi naik dan juga meningkatkan harga gerobak sapi itu sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Tingkat Konsumsi Ikan Masih Rendah, Warga Trangsan Sukoharjo Galakkan Gemarikan dan Berdayakan Kolam

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengungkapkan adanya pningkatan jumlah peserta dari yang pertama kali diikutinya sejumlah 53 gerobak sapi menjadi 227 gerobak pada tahun ini diharapkan juga bisa mendorong berkembangnya kegiatan ekonomi lain yang menopang gerobak sapi seperti industri pembuatan gerobak, sehingga lebih banyak masyarakat yang menerima manfaat.

“Berarti akan tumbuh potensi baru di sektor lain yang menopang gerobak untuk dunia pariwisata,” ungkapnya.

Sultan berharap gerobak sapi bisa menjadi kekuatan baru dalam dunia pariwisata maupun kebudayaan di DIY.

Tribun Jogja | Anas Apriyadi

BAGIKAN