Di Klaten, Ditemukan Hewan Kurban Terinfeksi Cacing Hati

Di Klaten, Ditemukan Hewan Kurban Terinfeksi Cacing Hati

86

 

ilustrasi
ilustrasi

KLATEN – Dinas Pertanian  Klaten menemukan beberapa hati sapi yang disembelih untuk Idul Adha terinfeksi cacing hati atau Fasciola hepatica. Pemeriksaan dilakukan pada beberapa titik, di antaranya  Delanggu, Juwiring Wedi,  Klaten Utara dan Jatinom.

Tim pemantau wilayah Kota Klaten menemukan satu sampel yang positif terjangkit cacing hati, di Dusun Gading Santren, Belang Wetan Klaten Utara. Adapun pada penelitian sampel lain di Desa Jonggrangan dan Dendengan tidak ditemukan adanya infeksi cacing hati.

Begitu menemukan adanya infeksi, tim yang diawaki seorang dokter hewan dan petugas dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH), langsung mengambil sampel cacing dan menyarankan agar hati yang terpapar tidak dikonsumsi.

Baca Juga :  Tujuh Pejabat Baru Sragen Ditantang Sejumlah Tugas Berat, Begini Kata Bupati

Menurut kordinator tim pemantau Dewi Agus Rina, hati yang telah terinfeksi berbahaya jika termakan manusia.

“Berbahaya jika tidak disingkirkan dan ikut dimasak, sebab didalamnya mungkin ada telur-telur cacing. Dan jika memasaknya tidak benar, maka akan berpindah ke tubuh manusia,” terang Dewi, yang juga dokter hewan.

Mengetahui hal tersebut, panitia kurban di Dusun Gading Santren langsung sigap, dengan menyisihkan hati tersebut. Ketua Takmir Masjid Syahrudin langsung memerintahkan untuk tidak mencampurnya dengan hati dan daging yang masih sehat.

“Ya kita singkirkan saja, daripada berisiko menggangu kesehatan,”tuturnya.

Tidak hanya di Belang Wetan, Informasi yang dikumpulkan Joglosemar, diwilayah lain seperti di Desa Mrisen Kecamatan Juwiring juga ditemukan hal serupa. Tim pemantau lantas membawa temuan tersebut ke Dispertan Klaten.

Baca Juga :  Ini Semangat Juang Penderita Kanker Payudara yang Patut Diapresiasi

Selain melakukan pemantauan, tim juga sekaligus melakukan sosialisasi mengenai penanganan hewan kurban. Dewi menuturkan, meskipun sudah ada sosialisasi mengenai tata cara penyembelihan kepada 250 takmir masjid, dua minggu sebelum hari raya. Namun diakuinya hal itu belum cukup.

“Kenyataan dilapangan, masih ada penanganan yang belum baik. Contohnya dari segi kebersihan. Masih daging yang terpapar oleh tanah, atau terkena kotoran hewan. Meskipun bisa dibersihkan, namun hal tersebut akan sedikit berpengaruh pada kualitas, daging,” jelasnya.

 

Dani Prima

BAGIKAN