JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Di Sragen, Babinsa Diminta Sosialisasi Anti Narkoba

Di Sragen, Babinsa Diminta Sosialisasi Anti Narkoba

94
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Badan Nakotika Nasional ( BNN ) Propinsi Jateng bersama Kesbangpolinmas Jawa Tengah bekerjasama dengan Pemkab serta Kodim 0725 Sragen mendeklarasikan gerakan nasional rehabilitasi 100.000 penyalah guna dan pecandu narkotika.

Kabid Penanggulangan Masyarakat BNN Jateng, Susanto mengatakan program rehabilitasi merupakan salah satu amanat dari undang–undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam melakukan penanganan masalah narkotika menganut double track sistem yaitu penanganan yang humanis terhadap pecandu dan penyalah guna narkoba (dengan melakukan rehabilitasi) dan memberikan hukuman yang berat terhadap para produsen, bandar, dan pengedar narkoba.

“Ini merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menekan angka permintaan narkoba yang semakin tahun semakin meningkat. Sehingga guna mengurangi angka permintaan tersebut, maka para pecandu dan penyalah guna narkoba  selaku pasar utama pengedar narkoba harus direhabilitasi dan dipulihkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman menyampaikan bahwa bahaya narkoba memang sudah sangat mengancam karena ada indikasi sudah beredar sampai ke sekolah – sekolah di Sragen.

Karenanya ia memandang perlunya SDM yang baik dan peran serta semua pihak untuk mencegah meluasnya peredaran narkoba mulai dari orangtua, elemen masyarakat, dinas pendidikan dan pihak sekolah.

Sementara, Dandim Sragen, Letkol (inf) Edi Saputra mendukung penuh program itu dan akan bersinergi dengan BNN maupun Pemkab untuk menekan peredaran narkoba di Bumi Sukowati.

Tidak hanya secara eksternal, pihaknya juga memperketat pengawasan ke internal prajurit dengan tes urine secara rutin dan pembinaan agar jangan sampai terjerumus oleh narkoba. Selain itu, seluruh Babinsa juga dibekali dengan kemampuan untuk bersosialisasi ke lapangan mengenai bahayanya narkoba.

Wardoyo