JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dianggap Meresahkan, Polsek Gemolong Tertibkan Mulyono dan Dua Kawannya

Dianggap Meresahkan, Polsek Gemolong Tertibkan Mulyono dan Dua Kawannya

250
RAZIA PREMAN-Tiga orang pengamen dan preman diangkut dengan mobil patroli Polres Sragen seusai terjaring razia preman Sabtu (11/5).  Joglosemar | Wardoyo
RAZIA PREMAN-Tiga orang pengamen dan preman diangkut dengan mobil patroli Polres Sragen seusai terjaring razia preman.
Joglosemar | Wardoyo

SRAGEN- Jajaran Polsek Gemolong mengamankan tiga artis jalanan alias pengamen liar yang beroperasi di wilayah setempat, akhir pekan kemarin. Ketiganya diamankan dalam sebuah razia penyakit masyarakat dan premanisme yang digelar serentak di berbagai wilayah di Polres Sragen.

Ketiga artis jalanan yang kemudian digelandang itu diantaranya Mulyono (51) warga Kampung Margoasri RY 1/2, Kuwaran, Gubug, Grobogan, Supriyanto (29) warga Sumber Nayu RT 7/12, Kadipiro, Banjarsari, Surakarta dan Giyatno (47) warga Ngembat padas RT 11, Ngembatpadas, Gemolong.

Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo melalui Kasubag HUmas AKP SAptiwi Retnowati mengungkapkan operasi terhadap pengamen, gepeng, dan premanisme dilakukan dalam rangka cipta kondisi. Pengamen dan premanisme memang ditertibkan karena dinilai sudah meresahkan warga.

Ketiga pengamen itu diamankan saat sedang beroperasi di wilayah sekitar Pasar Gemolong dan terminal Gemolong. Setelah diamankan, ketiganya kemudian dibawa ke Mapolsek untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

Di hadapan petugas, ketiganya juga diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengamen lagi di wilayah Gemolong. Jika masih nekat atau ditemukan kembali beraksi di Gemolong, maka sanksi tegas akan diberikan. Menurut AKP Saptiwi, langkah penertiban terhadap pengamen dan premanisme itu juga bagian untuk menjaga kondusivitas serta menghindari hal-hal yang meresahkan masyarakat.

Wardoyo

BAGIKAN