Dikritik Dewan, Dinas Kebersihan Minta Tambahan Tenaga Kebersihan Taman Sekartaji

Dikritik Dewan, Dinas Kebersihan Minta Tambahan Tenaga Kebersihan Taman Sekartaji

67
Sampah berserakan di pinggir kalianyar, tepatnya di areal Taman Sekartaji
Sampah berserakan di pinggir kalianyar, tepatnya di areal Taman Sekartaji. Foto: Maksum NF

SOLO– Setelah mendapatkan sorotan dari Komisi II DPRD Kota Surakarta terkait kondisi Taman Sekartaji yang tidak terawat, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surakarta akan mengusulkan tambahan untuk tenaga kebersihan di area taman tersebut.

Saat ini, hanya terdapat empat tenaga kebersihan yang ada di Taman Sekartaji dan dinilai masih kurang.

Kepala DKP Kota Surakarta, Hasta Gunawan mengatakan, idealnya taman sepanjang 400 meter itu dikerjakan oleh satu orang. Sedangkan Taman Sekartaji ini sangat luas yaitu ada ribuan meter, dengan empat tenaga kebersihan saja tidak bisa menjangkau seluruhnya.

Baca Juga :  Sudirman Said Mulai Dekati Masyarakat Solo, Ada Apa Ya ?

Apalagi pascabanjir kemarin, sampah dari sungai banyak yang nyangkut di pohon yang ada di taman. “

Empat orang ini masuk setiap hari. Mereka hanya bisa membersihkan jalan setapak serta mengganti tanaman yang rusak saja,” kata Hasta kepada Joglosemar, Selasa (8/9/2015).

Lanjut Hasta, idealnya untuk jumlah tenaga kebersihan yang ditugaskan di Taman Sekartaji ini ada 16 orang dengan dua shift. Yaitu pagi hingga siang ada delapan orang dan siang sampai sore ada delapan orang.

Baca Juga :  Wisuda FSRD ISI Surakarta Bertemakan Garden Party

“16 orang ini tidak hanya membersihkan Taman Sekartaji saja, namun juga Taman di Tugu Cembengan dan Taman Ir Soekarno di belakang UNS,” imbuh Hasta.

Sedangkan untuk perbaikan taman saat ini memang belum bisa dilakukan lantaran untuk anggaran baru bisa diusulkan tahun depan. Hal ini dikarenakan, dari DKP Kota Surakarta baru mengambil alih pengelolaan Taman Sekartaji dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) pada Februari lalu.

“Jadi memang belum ada program untuk perbaikan lampu maupun patung yang ada disana,” kata Hasta.

Dwi Hastuti

BAGIKAN