Dilarang, Becak Nekat Mangkal di Pasar Darurat Klewer

Dilarang, Becak Nekat Mangkal di Pasar Darurat Klewer

117
AKAN DIGUSUR-Sebuah becak tengah melintas di pangkalan taksi Stasiun Balapan Solo, Selasa (17/9). Pangkalan taksi tersebut akan dugusur dan bakal dibuat Halte Bus Batik Solo Trans. Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
Ilustrasi: dok.joglosemar

SOLO – Kendati sudah tidak diperbolehkan untuk mangkal di kawasan pasar darurat Klewer, namun masih banyak becak nekat mangkal di lokasi itu.

Padahal di sana sudah jelas terpasang rambu dilarang parkir. Kondisi ini menjadikan kawasan pasar jadi sedikit semrawut dan tidak tertata rapi.

“Harusnya memang becak tidak boleh mangkal di dalam pasar tapi kenyataan mereka mangkal. Padahal kesepakatan sudah jelas,” ujar salah satu pedagang Pasar Klewer, Kadir, Selasa (1/9/2015).

Sebenarnya keberadaan becak sama-sama dibutuhkan baik pedagang atau pengemudi, yang mana untuk mengantar barang-barang dagangan. “Mereka memang cari rejeki dan bisa menguntungkan pedagang juga. Kalau untuk penertiban itu nanti biar petugas pasar yang melakukan,” kata dia.

Lurah Pasar Klewer, Edi Murdiarso mengatakan nanti becak yang mangkal di pasar akan diminta untuk keluar. “Kami akan minta mereka keluar karena di sini bukan untuk parkir becak. Memang sudah ada kesepakatan bersama becak tidak boleh mangkal di dalam karena keterbatasan lahan,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut diam sebelum meminta keluar akan dilihat atau ditanya dulu, apakah mangkal atau hanya menunggu penumpangnya. “Kalau mangkal tidak boleh tapi kalau menunggu penumpang masih diperbolehkan,” sambungnya.

Ari Welianto

BAGIKAN