JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dinas Pertanian Klaten Siagakan Tim Khusus Pantau Hewan Kurban

Dinas Pertanian Klaten Siagakan Tim Khusus Pantau Hewan Kurban

79
BAGIKAN

301012-HAN-SEMBELIH HEWAN KURBAN-2KLATEN – Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten berencana akan menyiapkan 22 tim khusus dan 26 tenaga kesehatan hewan di 26 kecamatan yang ada di Klaten. Tim khusus dan tenaga kesehatan hewan ini disiapkan untuk memantau penyembelihan hewan kurban dari H-7 hingga H+3 Idul Adha nanti.

Kepala Dispertan Klaten, Wahyu Prasetyo mengatakan, pemantauan penyembelihan hewan kurban bertujuan mengantisipasi beredarnya daging tidak sehat yang membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.

“Dalam pemantauan penyembelihan hewan kurban tahun lalu, petugas kami menemukan hati hewan kurban yang tidak layak konsumsi karena mengandung cacing. Oleh karena itu, tahun ini kami akan bentuk tim khusus lagi,”tuturnya, Sabtu ( 19/9/2015).

Wahyu melanjutkan, bila pihaknya menemukan hewan kurban yang tidak sehat atau berpenyakit cacing hati, akan dilarang untuk dibagikan kepada warga.

“Tim ini akan bertugas dari H-7 hingga H+3 Idul Adha nanti sebab kemungkinan masih ada aktivitas penyembelihan kurban. Nantinya tim kami akan mengecek kondisi daging kurban setelah disembelih,”jelasnya.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat dan Veteriner (Keswan Keswan Kesmavet) Dispertan Klaten, Awik Purwanti mengatakan, Hewan kurban yang sehat itu bisa dikenali dari ciri-ciri fisiknya. Warga harus berhati-hati memilih hewan kurban. Jangan sampai hewan yang disembelih itu berpenyakit sehingga membahayakan jika dagingnya dikonsumsi.

Menurut Awik, tim pemantau akan disebar pada beberapa tempat, yang menyelenggarakan penyembelihan. Hal itu dilakukan, meski seekor hewan terlihat sehat, namun keadaan organ dalam seperti hati, belum tentu dipastikan kesehatannya.

“Bila nanti ditemukan ada hati hewan yang mengandung cacing, tim kami akan menyarankan untuk tidak dikonsumsi, paling tidak memisahkan bagian yang terinfeksi. Jika tidak, hati yang dimakan bisa menyebabkan pengonsumsi terjalar cacing, meskipun telah direbus. Sebab telur cacing tersebut bisa berkembang biak, dalam tubuh manusia meskipun sudah dimasak,”jelasnya

Awik melanjutkan, umur hewan kurban juga harus sesuai ketentuan, hewan kurban kambing harus berusia di atas satu tahun, sementara khusus sapi diharusnya berusia di atas dua tahun.

“Perlu diperhatikan juga, jangan sampai hewan tersebut mengalami kecacatan. Hewan cacat itu tak bisa jadi kurban sesuai dengan ajaran Islam,”imbuhnya.

Dani Prima