JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dinas Tenaga Kerja Sukoharjo Belum Mencium Adanya Dampak Pelemahan Rupiah

Dinas Tenaga Kerja Sukoharjo Belum Mencium Adanya Dampak Pelemahan Rupiah

108
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SUKOHARJO – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sukoharjo belum mencium imbas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika di dunia kerja Kota Makmur.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukoharjo, Rusdiyono mengatakan, belum menemukan indikasi PHK massal tersebut. Menurutnya, situasi perusahaan di Kota Makmur terpantau masih sangat kondusif. Ancaman PHK massal akibat rupiah melemah itu dinilai tidak berdampak di Kota Makmur ini.

“Sampai saat ini tidak ada kekhawatiran tentang itu. Di sini masih adem ayem. Aksi unjuk rasa juga tidak terjadi,” ujar Rusdiyono saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2015).

Dia memaklumi kenaikan nilai tukar dollar memicu kenaikan harga-harga kebutuhan terutama hasil impor. Namun, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan keluhan mengenai beban biaya atas buruh yang dipekerjakan. Sejauh ini pihaknya aktif melakukan monitoring rutin di perusahaan-perusahaan. Terutama di perusahaan dengan jumlah buruh relaitf besar.

“Daerah selalu melakukan pengawasan. Jangan sampai ada PHK semena-mena. Kami selalu menjalin komunikasi dengan Tripartit (Serikat Pekerja, Asosiasi Perusahaan dan Disnakertrans),” Rusdiyono.

Mantan Camat Tawangsari ini mengatakan, monitoring tersebut, selain mengantisipasi PHK sepihak, juga terkait penentuan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Menurut dia, melemahnya nilai tukar rupiah justru dikeluhkan perusahaan. Mengingat kebutuhan belanja modal utamanya kebutuhan yang harus diimpor terimbas nilai jual dolar yang mencapai lebih Rp 14.000.

“Kami berharap perusahaan dan buruh tetap kondusif dan tidak terpengaruh isu PHK. Karena kenyataanya wacana PHK tidak ada di Sukoharjo,” imbuhnya.

Rusdiyono menjelaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam ketika mendapat laporan PHK sepihak. Karena itu, mempersilahkan buruh yang merasa diperlakukan semena-mena oleh perusahaan melapor. Sebab, laporan dari buruh maupun serikat pekerja akan sangat membantu kerja disnakertrans dalam pengawasan.

“Kalau ada laporan kesini, pasti saya tangani. Satu orang saja, jika di PHK sepihak dan tidak sesuai prosedur, pasti saya tindak lanjuti. Perusahaan pasti akan saya dipanggil dan saya klarifikasi. Sepanjang ada pengaduan pasti saya bela,” tandasnya.

Sofarudin