JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dipergoki Neneknya Pacaran di Kamar Mandi, Danu Justru Bawa Lari Pacarnya yang...

Dipergoki Neneknya Pacaran di Kamar Mandi, Danu Justru Bawa Lari Pacarnya yang Masih Siswi SMA

150
BAGIKAN
Ilustrasi | dok Joglosemar
Ilustrasi | dok Joglosemar

JOGJA– Seorang pria berumur 28 tahun diamankan Polres Sleman lantaran membawa lari anak gadis yang masih duduk di bangku SMA.

Pria tersebut membawa pergi gadis berumur 15 tahun itu ke Surabaya satu bulan lamanya.

Rentetan kejadian bermula saat pelaku yang bernama Yudi alias Danu (28) warga Godean berpacaran dengan seorang gadis sejak Oktober tahun lalu. Sebut saja gadis itu bernama Pipit.

Suatu ketika, 29 Juli dini hari, nenek Pipit hendak ke kamar mandi. Akan tetapi si nenek tak bisa membuka pintu kamar mandi lantaran ada orang yang masih berada di dalamnya.

“Saat sang nenek bertanya siapa yang ada di dalam kamar mandi, ternyata korban menjawab dari dalam. Dan katanya sakit perut,” ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres, Ipda Eko Haryanto.

Karena merasa curiga si nenek lantas mendobrak pintu kamar mandi. Betapa kagetnya si nenek karena mendapati Yudi berdua dengan Pipit di kamar mandi.

Setelah dimarahi Yudi lantas pergi meninggalkan Pipit dan sang nenek.

Pagi harinya, Pipit yang baru saja masuk di bangku kelas 1 SMA diantar ibunya ke sekolah.

“Memang kesehariannya korban diantar jemput tiap ke sekolah. Dia diantar ibunya, lalu dijemput oleh kerabatnya. Siang hari saat dijemput, kerabatnya tak mendapati korban, ditunggu hingga sekolah sepi korban juga tetap tidak nampak,” cerita Eko.

Sang ibu dan neneknya menduga Pipit pergi dengan Danu, kekasihnya. Keluarga mulai khawatir karena Pipit tak kunjung pulang dan ponselnyapun tidak aktif.

Berbagai cara dilakukan untuk mencari pipit, termasuk menghubungi ponsel milik Danu yang saat itu masih aktif.

Akan tetapi walaupun keluarga menelepon Danu, ia tak mengangkatnya.

Selang satu hari Pipit tak kunjung pulang, akhirnya pihak keluarga melaporkan ke polisi perihal anaknya yang hilang.

Polisi yang mendapat laporan itu lantas melakukan penyelidikan untuk mencarai keberadaan Pipit dan Yudi.

Selang satu bulan, petugas mendapat informasi sepasang kekasih itu berada di Surabaya dan lantas melakukan penjemputan atas mereka.

“Ternyata mereka berada di Surabaya. Bekerja di warung makan di sana,” tambah Eko.

Tribun Jogja | Santo Ari