JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dirjen ESDM Mengaku Tidak Pernah Ada Ancaman Sebelum Penembakan Terjadi

Dirjen ESDM Mengaku Tidak Pernah Ada Ancaman Sebelum Penembakan Terjadi

58
BAGIKAN
Ilustrasi: Joglosemar/ Maksum NF
Ilustrasi: Joglosemar/ Maksum NF

JAKARTA– Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengaku belum mengetahui motif terkait kasus penembakan gedung instansinya di kawasan Kuningan, Jakarta, Selatan itu.

“Apakah kasus penembakan ada hubungannya dengan proyek listrik atau yang lain, saya belum tahu pasti, nanti kita tanyakan saja kepada kepolisian,” ujarnya ketika ditemui di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (13/9/2015) malam.

Menurut dia, ketika menjabat sebagai Dirjen Ketenagalistrikan selama lebih dari empat tahun, tidak ada ancaman yang diterimanya.

“Selama ini belum ada teror atau ancaman terkait penembakan, sehingga motifnya ini belum diketahui,” paparnya.

Jarman menjelaskan ruangan yang kacanya rusak akibat ditembak orang yang tidak dikenal itu berada tepat di depan ruangannya, dan saat ini kasus tersebut masih ditangani Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan yang berlokasi di Jalan Rasuna Said, kawasan Kuningan, Jakarta, ditembak orang tidak dikenal pada Kamis (10/9), pukul 12.00 WIB.

Penembakan gedung lantai empat, yang merusak kaca ruangan salah satu staf khusus menteri ESDM Widhyawan Prawiranata, bertepatan dengan kegiatan rapat yang diselenggarakan Menteri Sudirman Said serta jajarannya di salah satu ruangan yang tak jauh dari tempat kejadian.

Kantor staf khusus menteri yang diduga ditembak melalui jalan layang, ketika itu dalam keadaan kosong, sehingga membuat kejadian tersebut tidak memakan korban.

Pada Minggu (13/9) pagi, Tim identifikasi Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan di gedung tersebut.

Antara