JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dituduh Berpolitik Uang, Kades Karangasem: Saya Hanya Penuhi Undangan RT

Dituduh Berpolitik Uang, Kades Karangasem: Saya Hanya Penuhi Undangan RT

149
BAGIKAN
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

SRAGEN– Tim advokasi pasangan calon (paslon) bupati dari Gerindra-PKS, Yudi-Dedy melaporkan Kades Karangasem, Kecamatan Tanon, Indardi ke Panwaslu, Rabu (30/9/2015). Dua orang tim yang dikoordinasi Ujang Nuryanto itu melaporkan Indardi dengan tudingan menggunakan agenda sosialisasi dana Program Percepatan Infratsruktur Desa (PPID) untuk kampanye paslon tertentu.

Ujang melapor ke Panwaslu dengan menyerahkan bukti rekaman Kades saat menghadiri pertemuan warga di salah satu RT. Ia mengatakan dalam rekaman berdurasi 33 menit itu memang tidak ada ajakan secara langsung agar warga memilih paslon tertentu.

Anggota Panwaslu, Heru Cahyono mengatakan sudah menerima laporan dan bukti awal rekaman indikasi kampanye oleh Kades Karangasem dari tim advokasi Yuni-Dedy tersebut. Pihaknya akan memanggil saksi-saksi dan terlapor untuk diklarifikasi serta berkoordinasi dengan Panwascam maupun PPL untuk mencari barang bukti lain sebelum membahasnya dengan Gakkumdu.

Terpisah, Kades Karangasem Indardi membantah tudingan tersebut. Menurutnya ia sama sekali tak menawarkan uang kepada warga apalagi ditumpangi arahan mendukung paslon tertentu. Ia hanya menyosialisasikan dana program PPID yang akan cair saat ini. Ia juga merasa tak mengarahkan atau mengajak warga untuk mendukung salah satu paslon karena dalam pengarahannya dirinya juga sama sekali tak menyebut atau menyinggung nama calon.

“Mungkin ada orang yang tidak suka karena sebelumnya ada orang yang menelepon dan menuding saya telah mengumpulkan warga dan kampanye. Padahal saya datang itu karena diundang kumpulan RT. Saya hanya sampaikan kalau program PPID itu program dari Pak Bupati dan saat ini bupatinya kan memang beliau. Saya tidak menyebut calon siapa-siapa apalagi kampanye,” tegasnya.

Wardoyo