Dua Desa di Karanganyar Belum Terima Dana Intensif

Dua Desa di Karanganyar Belum Terima Dana Intensif

87
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

KARANGANYAR – Dua desa di Kabupaten Karanganyar, diketahui sampai saat ini belum menerima dana Intensif sebesar Rp 1,5 juta pertahun yang disalurkan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) kepada sejumlah ketua Rukun Tetangga (RT) dan Ketua Rukun Warga (RW).

Akibatnya, sejumlah RT dan RW yang berada di Desa Dawung dan Karangbangun tersebut, harus pasrah menunggu pencairan dari Pemerintah Kabupaten. Padahal, diketahui sebelumnya, sejumlah dana insentif di beberapa desa sudah cair.

Menurut Ketua RW 0008, Desa Dawung, Sunardi, saat ditemui sejumlah wartawan akhir pekan lalu mengaku, bawha sejumlah RT dan RW yang ada di Desa Dawung, sudah berupaya menemui kepala desa, untuk meminta kejelasan terkait dengan adanya pencairan dana insentif itu. Namun, mereka (Rt dan RW-red) belum menerima jawaban secara pasti.

“Sampai sekarang kita ya masih menunggu to mas, yang lain memang sudah cair, tapi untuk di Dawung ini belum cair. Informasi dari kelurahan katanya, karena harus menunggu administrasi atau laporan pertanggung jawaban terkait dengan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap I yang terlambat itu,” ucap Sunardi.

Lebih lanjut dikatakan Sunardi, yang sudah puluhan tahun menjadi ketua RW di Desa Dawung tersebut mengungkapkan, di Desa Dawung ada delapan dusun, dan setiap dusun terdapat satu RT.

Dikatakan Sunardi, memang mereka tidak berharap banyak terkait dengan pencairan itu, namun jika nantinya dana tersebut cair, sebagian bakal digunakan untuk membeli televisi yang bakal dipasang di Poskampling.

“Ya hanya bisa menunggu mas, kalau dikatakan menunggu yang menunggu kalapun tidak menunggu, yang lain sudah pada cair,” kata Sunardi.

Disisi lain, Kepala Desa Suyadi, saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya, yang bersangkutan tidak ada ditempat. Hanya sepeda motor dinas yang terpakir didepan rumahnya, dan seorang anak yang keluar untuk menemuia sejumlah wartawan.

“Bapak sedang keluar mas, hpnya di cas, dan tinggal dirumah,” terang seorang seorang anak yang diduga adalah anak dari Kepala Desa Dawung.

Sedangkan, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Desa (Pemdes) Sunarno, saat dihubungi sejumlah wartawan mengaku kalau sedang diacara pengajian.

Sementara itu, Camat Matesih, Sri Suboko, mengungkapkan, di Kecamatan Matesih ada dua desa yang belum menerima dana Desa tersbeut yakni Desa Karangbangun dan Dawung. Suboko, menjelaskan pihaknya sudah mengonfirmasi kondisi itu kepada pihak desa. Bahkan menurut dia pihak desa sudah menyosialisasikan keterlambatan pencairan itu kepada Ketua RT dan RW.

“Kalau pencairan insentif dan dana operasional nanti saat ADD tahap II cair. Begitu kata kepala desa. Mereka [pihak desa] ingin mengerjakan proyek kelembagaan lainnya menggunakan ADD tahap I,” jelas Camat.

Seperti diketahui sebelumnya, bnahwa nominal insentif Ketua RT dan RW di Karanganyar meningkat dari Rp1 juta per tahun pada 2014 menjadi Rp1,5 juta per tahun pada 2015. Setiap Ketua RT dan RW hanya menerima Rp1 juta tahun lalu. Namun tahun ini, Ketua RT dan RW menerima insentif Rp1 juta ditambah dana operasional masing-masing Rp500.000.

Rudi Hartono

BAGIKAN