JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dua Hari, Mayat Misterius di Nglorog Terungkap. Korban Bernama Tri Wahyuni

Dua Hari, Mayat Misterius di Nglorog Terungkap. Korban Bernama Tri Wahyuni

174
BAGIKAN
Ilustrasi: dok.soloblitz
Ilustrasi: dok.soloblitz

SRAGEN– Setelah dua hari dalam pengusutan, Polres Sragen akhirnya berhasil mengungkap identitas wanita yang menjadi korban pembunuhan dan jasadnya di temukan di jalan persawahan Kampung Kendal, Nglorog, Sragen, Minggu (12/9). Korban diketahui bernama Tri Wahyuni (44) warga Dukuh Tegalsari RT 12, Desa Ketro, Tanon.

Identitas korban terlacak berkat serangkaian pelacakan data-data dan petunjuk dari barang bukti yang mengarah pada ciri-ciri identik korban. Salah satu barang bukti yang menuntun pengungkapan identitas adalah kunci lemari dan sandal korban yang ditemukan di lokasi kejadian.

Pengungkapan indentitas korban itu disampaikan oleh Kapolres Sragen, AKBP Ari Wibowo melalui Wakapolres Kompol Yudy Arto Wiyono. Ia mengungkapkan identitas korban terlacak setelah dilakukan sinkronisasi antara barang-barang yang ditemukan di lokasi kejadian dengan ciri identik yang mengarahkan kecocokan dengan data beberapa keluarga korban.

Menurutnya, dari hasil pengumpulan data dan keterangan selama dua hari, tim kemudian menyimpulkan ada temuan yang mengarah ke beberapa nama yang identik dengan keluarga korban.

Petunjuk dan barang bukti itu kemudian menuntun tim menemukan identitas dua kakak sepupu korban, Sumarmi dan Muntamah. Korban diketahui lahir 17 Juli 1971 merupakan anak dari Sanusi-Tukinem, warga Tegalsari RT 12, Ketro, Tanon.

“Awalnya dari sidik jari korban kita kroscekkan ke kakak sepupunya, Sumarmi, dan ternyata identik. Sidik jari korban juga identik dengan sidik jari kedua orangtuanya. Lalu baju, tas serta sandal milik korban ketika kita tunjukkan juga dibenarkan oleh kerabatnya itu. Sandal yang dipakai korban itu kebetulan baru dan sempat ditunjukkan ke Sumarmi,” ujar Kompol Yudy Kamis (17/9/2015).

Petunjuk lain yang membantu pengungkapan adalah kunci lemari yang tertinggal di dalam tas korban. Kunci itu juga pas dan bisa digunakan untuk membuka lemari korban yang sebelumnya dalam kondisi terkunci.

Setelah identitas korban terungkap, selesai dilakukan otopsi, jasad korban kemarin langsung diserahkan ke pihak kerabat untuk dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Sementara terkait hasil otopsi, Wakapolres menyampaikan pihaknya masih menunggu hasil dari RS Dr Moewardi Solo yang biasanya dikeluarkan sepekan setelah otopsi digelar.

Dengan terungkapnya identitas Tri Wahyuni, kini Polres mulai mengalihkan fokus untuk mengusut pelaku dari pembunuhan sadis tersebut. Kompol Yudy menambahkan tim sudah dikerahkan untuk melakukan pendalaman terhadap petunjuk serta alat bukti yang didapat agar secepatnya bisa mengungkap dan menangkap pelakunya.

“Mudah-mudahan tidak sampai satu-dua hari ke depan pelakunya sudah tertangkap,” tandasnya.

Wardoyo