JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Furnitur Indonesia Laris Manis di China

Furnitur Indonesia Laris Manis di China

71
BAGIKAN
PENERAPAN SVLK--Pekerja menyelesaikan pembuatan produk mebel di Pasar Mebel Ngemplak, Solo, Rabu (27/2). Diterapkannya Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) mulai Maret besok untuk produk kayu nonfurniture dan pada awal tahun 2014 untuk produk furniture, sejumlah eksportir kayu merasa terbebani. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
Ilustrasii. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

JAKARTA– Furnitur Indonesia laris manis dan berhasil mencatatkan transaksi sebesar 3.673.470 dolar AS pada pameran the 21st China International Furniture Expo 2015 (CIFE 2015) di Shanghai pada akhir pekan silam

“Nilai transaksi tersebut lebih besar dibandingkan dengan transaksi yang didapat pada 2014 dan 2013 masing-masing sebesar 3.423.600 dolar AS dan 1.463.323 dolar AS,” kata demikian Konsul Penerangan Konsulat Jenderal  RI Shanghai Faraiddito Suharyono kepada Antara di Beijing, Jumat (18/9/2015).

Kenaikan tersebut menunjukkan adanya peluang produk furnitur Indonesia untuk merajai pasar RRT dan pasar di wilayah negara lainnya. Potensi pasar tersebut harus dimanfaatkan perusahaan furnitur Indonesia dengan meningkatkan kualitas dan jenis produk yang disesuaikan dengan permintaan pasar RRT dan negara lainnya.

Hasil transaksi tersebut didapat dari pembeli asal wilayah RRT (Beijing, Shanghai, Hanzhou, Hunan, Guangdong, Nanjing), wilayah Eropa (Perancis, Swiss, Swedia, Bulgaria, Norwegia dan Belgia), wilayah Amerika (Amerika Serikat, Brazil, Meksiko, Kolombo), Australia dan Selandia Baru.

Di area sekitar 600 meter persegi, Indonesia menghadirkan 18 perusahaan furniture kayu dan rotan dalam satu pavilion, yaitu Indonesia Furniture Pavilion.

Paviliun tersebut menampilkan beragam produk furnitur dengan karakter dan desain khas Indonesia disesuaikan segmen pasar yang dituju, yaitu segmen medium high hingga high end product.

Keikutsertaan perusahaan tersebut dikoordinir langsung oleh Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Asosiasi Mebel dan Kerajianan Indoensia (AMKRI) dan Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO).

Paviliun Indonesia dibuka bersama oleh Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan-Kemenperin, Pranata M.T., Konjen RI Shanghai, Kenssy D. Ekaningsih, dan Ketua AMKRI yang kemudian dilanjutkan dengan acara Buyers Gathering yang juga dihadiri oleh, Wakil Bupati Jepara, Kadis Perindag Kabupaten Jepara, Wakil Ketua Shanghai International Cooperation Association of Small and Medium Enterprises, Wakil Ketua Shanghai Commission of Commerce, Ketua ASMINDO, pejabat dari Kemenperin, dan potential buyers serta desainer produk furnitur.

Pada acara tersebut disebarkan informasi mengenai promosi produk furnitur dalam bentuk buku katalog, brosur dan media internet kepada para buyer.

Antara