JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Gali Sumur Keluar Semburan Lumpur, Warga Sambi Gempar

Gali Sumur Keluar Semburan Lumpur, Warga Sambi Gempar

470
BAGIKAN
Warga masih berdatangan melihat sumurberlumpur di area sawah di Sambi | Foto: Ario Bhawono
Warga masih berdatangan melihat sumurberlumpur di area sawah di Sambi | Foto: Ario Bhawono

BOYOLALI – Warga Kecamatan Sambi, terutama warga Dukuh Jambon, Desa Babatan, mendadak gempar menyusul munculnya semburan air bercampur lumpur dari aktivitas pengeboran sumur pantek warga setempat.

Bahkan, sejak Selasa (8/9/2015) malam hingga Rabu (9/9/2015) pagi ratusan warga pun berdatangan lantaran penasaran.

Informasi yang dihimpun Joglosemar, pengeboran sumur di lahan sawah milik Sardi (50), warga setempat, dilakukan sejak tiga pekan kemarin. Namun setelah dilakukan pengeboran di salah satu titik, ternyata debit airnya tidak memuaskan. Sehingga sejak tiga hari kemarin, pengeboran digeser lebih ke timur.

Selasa sore sekitar pukul 16.30 WIB, pengeboran pun dilakukan hingga kedalaman 60 meter. Setelah sebelumnya menembus lapisan tanah liat dengan ketebalan sekitar empat meter, pada pukul 16.30 WIB.

Tiba-tiba saja air bercampur lumpur sempat menyembur. Bahkan debit yang keluar cukup besar dan membuat warga heran.

Namun semburan lumpur tersebut kian lama kemudian berganti dengan air bersih. Sempat beberapa warga kemudian mencoba merasakan air yang keluar dari sumur tersebut. Ternyata rasanya tidak berbeda dengan air biasa.

Hanya saja, besaran debit yang keluar dari sumur tersebut terhitung tidak biasa, mengingat di kawasan Sambi yang rata-rata merupakan lahan tadah hujan, biasanya debit air terhitung kecil.

Imbasnya, kejadian tersebut pun sempat memancing penasaran warga. Penasaran warga pun terus berlanjut dan mereka terus berdatangan hingga Rabu siang.

Terpisah, Kades Babat Sulis Suwanto membenarkan selama ini rata-rata sumur pantek warga debit airnya tak sebesar sumur Sardi. Terkait isu lumpur, menurut Kades tidak menjadi masalah dan tidak berbahaya.

Ario Bhawono