JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ganjar Sangkal Pernyataan Menteri Jafar Soal Penyanderaan Dana Desa

    Ganjar Sangkal Pernyataan Menteri Jafar Soal Penyanderaan Dana Desa

    83
    BAGIKAN
    Ganjar Pranowo
    Ganjar Pranowo

    SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, menilai, dugaan penyanderaan pencairan dana desa yang dilakukan oleh kepala daerah terkait kepentingan pilkada masih terlalu dini.

    Ia pun meminta tuduhan tersebut dibuktikan agar tidak menjadi spekulasi.

    Ganjar melontarkan hal itu guna menanggapi pernyataan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar. Sebelumnya diberitakan, Marwan mencurigai ada kepala daerah yang menahan pencairan dana desa terkait kepentingan pilkada.

    Menurut Marwan, kepala daerah tersebut meminta syarat tertentu kepada pemerintah desa yang ingin mencairkan dana. Terkait dugaan Marwan, Ganjar meminta agar ada pengungkapan secara terbuka.

    Ia meminta pula Marwan menyebutkan secara gamblang, siapa saja kepala daerah yang menyandera pencairan dana desa. “Kalau Pak Marwan mengetahui, bongkar saja. Sebutkan, kabupaten dan provinsi mana yang memanfaatkan dana desa untuk kepentingan politik,” tegas Ganjar.

    Kendati demikian, ia mengakui bahwa ada beberapa desa di Jateng yang memang belum menerima pencairan dana dari pemerintah pusat melalui pemerintah kabupaten. Terkait hal ini, ia berharap, pemerintah mencari tahu penyebabnya.

    “Apakah karena kepentingan politik atau terkendala proses administrasi, masyarakat perlu tahu. Ini menyangkut kepentingan banyak orang,” terang Ganjar.

    Berdasarkan data yang diperoleh dari situs Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Provinsi Jateng mendapat jatah dana desa sebesar Rp 2,22 triliun. Dana akan dibagi ke seluruh desa di 29 kabupaten.

    Kamis (10/9) lalu, Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) menyatakan bahwa 80 persen dari total dana desa telah disalurkan oleh pemerintah pusat. Jumlah tersebut adalah rekapan hingga akhir Agustus 2015.

    “Secara keseluruhan, dana yang kami terima dari pusat pada tahun ini sebanyak Rp 57.840.941.000. Penyaluran dilakukan dalam tiga tahap,” papar Kepala Bapermasdes Kabupaten Semarang, Yoseph Bambang Tri Hardjono.
    Penyaluran tahap pertama, sebutnya, sebesar 40 persen pada Mei 2015 dan kedua sebesar 40 persen pada Agustus 2015. “Sisanya akan disalurkan pada Oktober 2015 mendatang,” tandas Yoseph.

    Tribunjateng