JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ganti Rugi Dinilai Minim, Warga Putat Pilih Bertahan di Bantaran

Ganti Rugi Dinilai Minim, Warga Putat Pilih Bertahan di Bantaran

59
BAGIKAN
RELOKASI WARGA BANTARAN--Sejumlah warga beraktivitas di pinggir Sungai Bengawan Solo dengan latar belakang pemukiman warga di Kampung Putat, Kelurahan Sewu, Jebres, Solo, Jumat (12/4). Relokasi warga bantaran sungai yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Solo terkendala oleh sertifikat dobel. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
RELOKASI WARGA BANTARAN–Sejumlah warga beraktivitas di pinggir Sungai Bengawan Solo dengan latar belakang pemukiman warga di Kampung Putat, Kelurahan Sewu, Jebres, Solo, Jumat (12/4). Relokasi warga bantaran sungai yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Solo terkendala oleh sertifikat dobel. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SOLO-Sejumlah Kepala Keluarga (KK) pemilik tanah hak milik (HM) di Putat, Sewu kemungkinan akan tetap bertahan di bantaran Sungai Bengawan Solo. Pasalnya, besaran ganti rugi yang diterima warga tidak sebanding dengan jumlah anggota keluarga. Kondisi ini membuat warga khawatir akan kesulitan mendapat lahan baru.

Lurah Sewu Hernoch Sadono kepada Joglosemar mengungkapkan, di kawasan Putat masih ada beberapa rumah yang ditinggali beberapa KK. Sementara besaran gantirugi yang diberikan tidak mencukupi untuk digunakan oleh anggota keluarga.

“Jadi warga bingung, nanti setelah mendapatkan ganti rugi ternyata tidak cukup. Terus mereka mau tinggal dimana?,” kata Hernoch.

Sebenarnya, Hernoch, melanjutkan sebenarnya warga sudah bersedia untuk meninggalkan bantaran Sungai Bengawan Solo. Tetapi, karena adanya kekhawatiran tersebut, warga pun memilih tetap tinggal meski dengan resiko kebanjiran. Pihak kelurahan pun tidak bisa berbuat banyak menyikapi kondisi ini. Mengingat, besaran ganti rugi sudah ditentukan oleh tim appraisal.

“Bagaimana lagi, kalau masalahnya seperti itu. Kalau dari kami sudah rutin melakukan pendekatan agar warga bersedia pindah,” kata Hernoch.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kelurahan pun juga sudah melakukan pendampingan kepada warganya yang akan mengajukan permohonan ganti rugi.

“Kalau untuk pendampingan sudah kami lakukan dan kita juga memberikan pemahaman kepada warga,” katanya.

Terpisah Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas P3A dan KB) Sukendar Tri Cahyo Kemat berpendapat, untuk permasalahan tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) juga tidak bisa berbuat banyak.

Termasuk untuk menambah besaran ganti rugi. “Karena semuanya sudah dihitung sesuai appraisal. Nanti kalau mau dihitung ulang, nilainya malah turun gimana?,” kata Sukendar.

Sekadar diketahui, sampai saat ini masih ada sekitar 83 tanah HM di bantaran Sungai Bengawan Solo yang belum mendapatkan ganti rugi. Setiap tahunnya, Pemkot terus menganggarkan dana untuk merampungkan program relokasi tersebut.

Ari Purnomo