Gara-Gara Lilin, Rumah Suwito Ludes Terbakar

Gara-Gara Lilin, Rumah Suwito Ludes Terbakar

159
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Musibah kebakaran hebat melanda rumah dan warung milik Suwito (45) warga Dukuh Ngabean RT 18/6, Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Senin (21/9/2015) malam pukul 20.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut namun kerugian ditaksir mencapai lebih dari RP 100 juta karena rumah dan warung milik korban ludes tak tersisa.

Ironisnya, musibah tersebut terjadi gara-gara adanya pemadaman listrik serentak yang melanda wilayah Sragen pada Senin malam kemarin. Api muncul dari penyebab secara beruntun mulai dari nyala lilin kemudian menyulut uap bensin dan menyambar tabung gas elpiji di kios korban hingga akhirnya meledak hebat.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika malam kemarin sekira pukul 19.00 WIB, terjadi pemadaman listrik secara total dan mendadak di seluruh wilayah Sragen. Untuk penerangan, istri korban, Hargiyanti (35) berinisiatif menyalakan lilin untuk penerangan sementara di kiosnya yang bergandengan dengan rumah utamanya.

Baca Juga :  Tragis, Hendak Jajan Bakso, Guru Paud Di Sragen dan Adik Sepupu Tewas Tergilas Truk. Jasadnya Sempat Ditutupi Koran

Rupanya ia tak sadar jika lilin itu berada sangat dekat dengan botol berisi bensin yang ada di dalam kios. Baru beberapa menit menyala, api lilin langsung menyambar uap bensin dan kemudian memicu letupan api.

Bersamaan dengan itu, api merambat ke tumpukan tabung gas elpiji 3 kg yang memicu ledakan besar disertai semburan api. Tanpa bisa dikendalikan, api langsung berkobar membakar dan mernghanguskan semua yang ada di dalam kios.

Melihat hal itu, korban langsung panik dan berusaha menyelamatkan barang yang ada. Namun, kondisi api yang makin merajalela membuat korban tak kuasa untuk bergerak dan akhirnya pasrah membiarkan kios berukuran 7 x 12 meter berikut dagangan di dalamnya habis tak tersisa.

Baca Juga :  Kenakan Ikat Kepala Merah Putih, Ratusan Ulama Kecamatan Plupuh dan Aparat Serukan Tolak Negara Kilafah

Tak cukup sampai di situ, api juga merambat ke rumah utamanya yang berada di belakang kios. Tak lama berselang, tiga mobil unit pemadam kebakaran Sragen tiba dilokasi dan berupaya memadamkan api. Setelah berjuang hampir satu jam, api baru berhasil dijinakkan meski seluruh harta benda dan kios serta sebagian rumah korban sudah luluhlantak tak tersisa. Akibat kejadian tersebut, korban menderita kerugian hampir Rp 150 juta.

Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo melalui Kasubag HUmas AKP SAptiwi Retnowati membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan dari saksi-saksi, api diduga kuat muncul dari nyala lilin yang menyambar bensin dan kemudian meletupkan tumpukan tabung gas elpiji di dalam kios milik korban.

Wardoyo

BAGIKAN