JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Girilayu Kembangkan Batik Motif Buah dan Daun

Girilayu Kembangkan Batik Motif Buah dan Daun

173
BAGIKAN
Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama Pembina UMKM Hadiasri Wiyasari yang tak lain adalah istri wabub, saat memamerkan batik khas wilayah Kelurhan Girilayu, Matesih dalam pameran batik di balaidesa setempat. Foto: Rudi Hartono
Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama Pembina UMKM Hadiasri Wiyasari yang tak lain adalah istri wabub, saat memamerkan batik khas wilayah Kelurhan Girilayu, Matesih dalam pameran batik di balaidesa setempat. Foto: Rudi Hartono

KARANGANYAR – Sejumlah perajin batik yang tergabung dalam Komunitas Cinta Batik (KCB) Kelurahan Girilayu, Matesih, Karanganyar, Sabtu (5/9/2015) menggelar pameran batik khas dari wilayah tersebut di balai desa setempat.

Berbeda dengan pameran pada biasanya. kali ini, sejumlah perajin Batik yang sebelumnya mendapatkan sejumlah tambahan ilmu dari para Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta, memamerkan sejumlah kreasi motif batik baru yakni motif buah – buahan dan dedaunan seperti manggis, duren dan daun ketela.

Pembina Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Karanganyar Hadiasri Wiyasari Rohadi, berharap pameran tersebut mampu mendongkrak penghasilan para perajin.

Pasalnya, sebelum menemukan motif tersebut, para perajin hanya mengerjakan motif-motif seperti yang sering digambar oleh sejumlah para perajin batik dari beberapa wilayah.

“Dengan kreasi yang baru ini, kita berharap batik khusunya yang diproduksi dari daerah Girilayu ini dapat dikenal oleh sejumlah warga dan pastinya dapat dijual dipasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Hadiasri.

Saat ditanya mengapa memilih motif buah – buahan seperti Manggis dan Durian, Istri dari wakil bupati Karanganyar tersebut menjelaskan, lantaran di daerah Giri Layu, rata – rata buah-buahan yang sangat produktif dan mampu menghasilkan penghasilan masyarakat yakni adanya buah manggis dan durian.

“Buah-buahan ini adalah ciri khas dari warga di Girilayu, karena penghasilan mereka juga berasal dari hasil dari kedua buah tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, berharap munculnya motif baru tersebut dapat menjadi icon perajin batik yang ada di Karanganyar. Ia berencana, batik-batik dari hasil para perajin nantinya dapat dijual di sejumlah tempat wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar.

“Jadi nanti wisatawan yang masuk ke Karanganyar diwajibkan untuk membeli atau membawa batik tersebut ke dalam lokasi wisata,” kata Wabub.

Rudi Hartono