JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hama Tikus Menggenas, Petani Jagung Klaten Khawatir Gagal Panen

Hama Tikus Menggenas, Petani Jagung Klaten Khawatir Gagal Panen

134
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

KLATEN – Sejumlah petani jagung di Kecamatan Pedan dan Ceper mulai khawatir gagal panen karena serangan hama tikus.

Serangan hama tikus ini diduga karena para petani tidak serempak menanam jagung saat musim kemarau ini.

Mardanan (43) warga Dusun Troketon, Desa Troketon, Kecamatan Pedan menuturkan serangan tikus mulai mengganas sejak satu pekan lalu.

“Saya sangat khawatir akibat serangan hama tikus ini panen jagung saya bisa gagal. Sebab, serangan dalam semalam, bisa menghabiskan puluhan tanaman jagung,” tuturnya, Senin (14/9/2015).

Mardanan melanjutkan, hama mulai menyerang tanaman jagung di saat mulai mengeluarkan buah hingga yang sudah siap panen. Sedangkan upaya pengendalian yang dilakukan seperti memasang umpan racun tikus tidak begitu efektif.

“Sebelumnya saya sempat memasang racun tikus, hingga serangan hama tikus sempat menghilang. Namun belakangan, dua hari lalu di saat jagung maupun tanaman padi hendak panen muncul kembali,” jelasnya.

Harno (58) warga Dusun Karangwuni Kulon, Desa Dlimas, Ceper menuturkan, tanaman jagung miliknya telah diserang hama tikus sekitar awal September. “Hama tikus ini telah menyerang tanaman jagung saya saat berusia 40 hari,” imbuhnya.

Menurutnya, hama tikus memakan buah jagung dengan cara memanjat batangnya. Bahkan, tikus juga mematahkan batang untuk bisa memakan jagung yang berada di atas.

Menurut Harno, hingga sekarang belum ada bantuan dari pemerintah atau Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten. Begitu juga petugas pertanian lapangan (PPL) desa belum muncul meninjau lahan petani.

Dani Prima