JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hama Tikus Serang Tanaman Palawija di Boyolali

Hama Tikus Serang Tanaman Palawija di Boyolali

120
BAGIKAN
GROPYOKAN TIKUS-Petani Desa Sambon Kecamatan Banyudono melakukan gropyokan tikus, Kamis (7/2). Serangan hama tikus membuat puluhan hektar lahan gagal panen dan membuat petani rugi. Joglosemar|Ario Bhawono
Petani Desa Sambon Kecamatan Banyudono melakukan gropyokan tikus | Ilustrasi:  Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Serangan hama tikus masih terjadi di sejumlah wilayah pertanian di Boyolali, di antaranya di wilayah Kecamatan Sambi.

Imbasnya, para petani waswas tanaman palawija mereka rusak diserang hama pengerat ini.

Serangan hama tikus ini di antaranya menyerang areal tanaman kacang di Desa Babadan, Sambi. Wasiyem (56), salah satu petani setempat menuturkan, sebagian tanaman kacangnya rusak diserang hama tikus.

“Tanda kalau sudah diserang mudah dilihat, biasanya ada bekas korekan cakar tikus di tanah,” tutur dia, Senin (14/9/2015).

Akibat serangan hama tikus ini, tanaman kacang yang terserang menjadi layu dan mati. Pasalnya, bagian yang diserang tikus yakni bagian akar atau bonggol kacang.

Hanya saja sejauh ini serangan hama tikus ini belum sampai meluas, sehingga menurut Wasiyem, dirinya belum perlu menggunakan racun tikus untuk mengatasi serangan.

Namun, serangan tikus ini tetap saja membuat petani khawatir. Jika serangan terus berlanjut, hasil panen kacang nantinya pasti tidak optimal.

Yatman (62), petani lainnya menambahkan, hama tikus juga menyerang sebagian tanaman jagung miliknya. Bagian tanaman jagung yang diserang biasanya di bagian tongkol yang masih muda. Selain masih empuk, tongkol jagung yang masih muda rasanya juga lebih manis.

“Tapi ada juga yang menyerang pucuk daun dan batang jagung,” kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali, Bambang Purwadi meminta petani agar tidak lengah mengantisipasi hama tanaman.

“Sebelum merebak luas harus diantisipasi dini. Kami menghimbau petani untuk rajin memeriksa lahan dan tanaman masing-masing,” imbuh dia.

Ario Bhawono